9 Bulan Kuasai Teknik Membaca Alquran dengan Metode Qiraati

Minggu, 12 Juni 2016 - 05:23 WIB
9 Bulan Kuasai Teknik...
9 Bulan Kuasai Teknik Membaca Alquran dengan Metode Qiraati
A A A
LAMPUNG - Cara membaca Alquran dengan metode qiraati yang dilakukan para santri di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, menarik simpati ratusan ulama dan pimpinan pondok pesantren se-Pulau Jawa, Bali, dan Madura.

Ratusan ulama itu datang dan melihat langsung kegiatan belajar mengajar menggunakan metode qiraati, karena penasaran para santri itu dapat menguasai teknik membaca Alquran dengan baik dan benar, hanya dalam waktu sembilan bulan.

Apalagi, pada umumnya untuk belajar qiraati minimal membutuhkan waktu dua tahun. Tetapi dengan adanya bukti para santri di Lampung Selatan yang dapat menguasai Alquran dalam tempo sembilan bulan, diharapkan dapat memotifasi santri lainnya.

Meski dengan fasilitas yang seadanya, santri di kawasan ini dapat menguasai cara membaca Alquran dengan baik dan benar. Bahkan, dalam waktu sembilan bulan mereka sudah dapat mengusai metode qiraati dengan fasih.

Salah satu kunci untuk dapat memahami metode qiraati ini, para ustadz hanya membutuhkan waktu satu jam per hari dan menggunakan tehnik m3, yaitu mangap, meringis, dan mecucu.

Hasilnya, para santri mampu menarik simpati ratusan ulama dan pimpinan pondok pesantren se Pulau Jawa, Bali, dan Madura, untuk dapat melihat langsung kegiatan belajar mengajar di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan.

Menurut salah salah satu ulama asal Pulau Jawa, santri di Lampung, khususnya Desa Pematang Pasir, dan Berundung, bakal menjadi pioner metode qiraati di Indonesia. Sebab, dalam waktu sembilan bulan mereka sudah mengusai bacaan Alquran.

Padahal, pada umunya untuk belajar tehnik ini minimal membutuhkan waktu paling cepat 1,8 bulan. Dirinya juga mengakui jika santri di Lampung, jauh lebih lebih baik ketimbang santri daerah lain di Indonesia.

Rencananya, ratusan santri di Lampung selatan ini akan dijadikan pioner metode qiraati di Sumatera, bahkan di Indonesia, dan dalam waktu dekat ini, mereka akan dibawa ke Kota Palembang untuk mengenalkan metode qiraati.

Ironisnya, prestasi dan potensi yang dimiliki anak-anak ini belum pernah mendapatkan perhatian oleh pemerintah setempat. Padahal, para ustaz yang mengajar selama ini tidak mendapatkan upah sama sekali.

Namun begitu, para ustaz dan santri di Kecamatan Ketapang akan terus berupaya untuk mendalami dan mengembangkan qiraati di Lampung, dengan harapan dapat memotifasi seluruh santri di Indonesia.
(san)
Berita Terkait
Koleksi UT Terbaru Sematkan...
Koleksi UT Terbaru Sematkan Karya dari Mendiang Seniman Amerika
Leader Jupiter 2016...
Leader Jupiter 2016 Jadi Kadisops Lanud Adisutjipto
Kasus Asabri, Dirut...
Kasus Asabri, Dirut Periode 2011-2016 Diperiksa Kejagung
Kiprah 4 Pelatih Asing...
Kiprah 4 Pelatih Asing PSM Makassar sejak 2016
Pemkab Klungkung Raih...
Pemkab Klungkung Raih Sertifikat SNI ISO 37001: 2016
Udin Si Penjambret Lansia...
Udin Si Penjambret Lansia Sudah Beroperasi Sejak 2016
Berita Terkini
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
26 menit yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
1 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
1 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
2 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
2 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved