Pengelolaan Buruk, Kemenhub Ambil Alih Terminal di Jakarta

Minggu, 05 Juni 2016 - 23:43 WIB
Pengelolaan Buruk, Kemenhub...
Pengelolaan Buruk, Kemenhub Ambil Alih Terminal di Jakarta
A A A
JAKARTA - Pengelolaan terminal bus kelas A yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dinilai semakin tidak baik. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi mengambil alih terminal kelas A yang melayani operasional bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Jakarta.

Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno mengatakan, sejak adanya otonomi daerah pada tahun 2000-an atau banyak urusan transportasi darat diberikan ke daerah. Akibatnya, pengelolaan transportasi tidak memberikan hasil yang lebih baik, malah membuat pelayanan menurun drastis.

Untuk itu, kata Djoko, sangat wajar bila pengelolaan terminal kelas A seperti Kalideres, Pulogadung, Pulogebang dan Kampung Rambutan kembali diambil alih oleh Kemenhub dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 132/2015 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan. Apalagi sudah ada Standar Pelayanan Minimal (SPM) terminal penumpang angkutan jalan yang diatur dengan Permenhub No 40 tahun 2015.

"Terminal sekarang tidak seramai 10 tahun lalu. Pemudik hindari berangkat dari terminal, lantaran sudah tidak menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan. Terminal di bawah DKI hanya jadi lahan cari pungutan liar," kata Djoko saat dihubungi, Minggu (5/6/2016) kemarin.

Djoko menjelaskan, dalam Pasal 35 Permenhub No132/2015 itu, DKI bisa memilih apakah petugas terminal kelas A dari DKI atau Kemenhub. Menurutnya, apabila petugasnya dari DKI, otomatis akan petugas akan merasa was-was. Djoko pun berharap agar petugas DKI yang ketangkap pungli di terminal kelas A nanti segera dipindahkan ke Papua.

Hal dasar yang tidak pernah ditingkatkan dalam pelayanan bus dalam terminal kelas A selama ini oleh DKI adalah tidak adanya perubahan layanan tiket. Sehingga, meski pemudik jumlahnya berkurang, antrean tiket masih saja terjadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah tidak menampik adanya pungli di terminal yang terjadi selama ini. Namun, bukan berarti pihaknya tidak melakukan peningkatan pelayanan. Buktinya saja saat ini pihaknya telah mengoptimalkan Terminal Pulogebang untuk melayani operasional bus AKAP ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Kami terus mengatur operasional bus di dalam terminal. Kalau ada yang pungli itu oknum. Kami tidak masalah kalau memang dikelola oleh kementrian perhubungan," ujarnya.

Mantan Camat Jatinegara itu sangat senang bila terminal kelas A diambil oleh Kemenhub. Sehingga, DKI tidak perlu menganggarkan revitalisasi terminal dan mengurusi operasional bus AKAP.

Andri menginginkan agar Kemenhub mengambil seluruhnya pengelolaan, termasuk para petugasnya. Sebab, apabila petugasnya diambil dari DKI, kemungkinan petugas tidak akan mau mengingat pegawai DKI saat ini memiliki Tunjangan Kinerja Dinamis (TKD) yang besarnya cukup signifikan.
(whb)
Berita Terkait
Wagub Riza Ingin Revitalisasi...
Wagub Riza Ingin Revitalisasi Sejumlah Terminal di Jakarta
Pemprov DKI Berencana...
Pemprov DKI Berencana Revitalisasi JPO
Pedagang Minta Pemprov...
Pedagang Minta Pemprov DKI Segera Revitalisasi Pasar Blok A
Sempat Terbengkalai,...
Sempat Terbengkalai, Pemprov DKI Janji Revitalisasi RPTRA Kalijodo
Pedagang Dukung Rencana...
Pedagang Dukung Rencana Pemprov DKI Jakarta Revitalisasi Pasar Rawamangun
Dukung Program Revitalisasi,...
Dukung Program Revitalisasi, Wagub DKI Sambangi Kota Tua
Berita Terkini
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
59 menit yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
1 jam yang lalu
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
1 jam yang lalu
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
1 jam yang lalu
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
2 jam yang lalu
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved