Jika Risma Nyagub DKI, Tak Perlu Ada Koalisi Besar
Jum'at, 20 Mei 2016 - 10:10 WIB
Jika Risma Nyagub DKI, Tak Perlu Ada Koalisi Besar
A
A
A
JAKARTA - Koalisi besar partai politik (parpol) pada Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang tidak perlu terjadi jika PDIP mengusung Tri Rismaharini sebagai cagub DKI Jakarta.
Pengamat politik Emrus Sihombing mengatakan, ada satu hal yang mungkin membuat koalisi besar tidak terjadi pada Pilgub DKI 2017 mendatang. Jika PDIP sebagai pemilik kursi paling banyak di DPRD DKI Jakarta bisa mengusung calon yang memiliki kelas dan daya saing kuat untuk melawan incumbent maka koalisi besar tak perlu dilakukan.
"Andaikan PDIP membawa Risma ke Jakarta maka koalisi besar parpol tidak diperlukan. Risma itu memiliki daya saing kuat melawan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)," kata Emrus, Jumat (20/5/2016).
Dari segi faktor sosial antropologi, menurut Emrus, Risma itu adalah orang Jawa dan tokoh religius." Faktor pendukung lainnya bahwa Risma tidak pernah mengemukakan kata-kata yang merendahkan orang lain," ungkapnya.
Meski demikian, lanjut Emrus, tidak dapat dipungkiri jika memang partai politik saat ini merencanakan untuk membangun koalisi besar. Mengingat hingga saat ini elektabilitas petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih teratas.
Pengamat politik Emrus Sihombing mengatakan, ada satu hal yang mungkin membuat koalisi besar tidak terjadi pada Pilgub DKI 2017 mendatang. Jika PDIP sebagai pemilik kursi paling banyak di DPRD DKI Jakarta bisa mengusung calon yang memiliki kelas dan daya saing kuat untuk melawan incumbent maka koalisi besar tak perlu dilakukan.
"Andaikan PDIP membawa Risma ke Jakarta maka koalisi besar parpol tidak diperlukan. Risma itu memiliki daya saing kuat melawan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)," kata Emrus, Jumat (20/5/2016).
Dari segi faktor sosial antropologi, menurut Emrus, Risma itu adalah orang Jawa dan tokoh religius." Faktor pendukung lainnya bahwa Risma tidak pernah mengemukakan kata-kata yang merendahkan orang lain," ungkapnya.
Meski demikian, lanjut Emrus, tidak dapat dipungkiri jika memang partai politik saat ini merencanakan untuk membangun koalisi besar. Mengingat hingga saat ini elektabilitas petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih teratas.
(whb)