Negosiasi 10 Menit, Warga Dadap Bubarkan Diri
Selasa, 10 Mei 2016 - 19:30 WIB
Negosiasi 10 Menit, Warga Dadap Bubarkan Diri
A
A
A
TANGERANG - Setelah bernegosiasi sekitar 10 menit, akhirnya warga lokalisasi Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang menghentikan aksi demonya dengan sejumlah syarat. Negosiasi itu dilakukan oleh Direksrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti yang didampingi Kapolres Tangerang Kombes Pol Agus Pranoto dengan ratusan warga Dadap.
Dari hasil kesepakatan, mereka meminta agar Pemkab Tangerang membatalkan pemberian surat peringatan ke-2 terkait rencana penggusuran. (Baca: Dua Water Canon Dikerahkan untuk Bubarkan Aksi Warga Dadap)
"Mereka ingin SP2 dibatalkan, aparat gabungan polisi, TNI dan Satpol PP ditarik mundur. Melepaskan dua warga yang ditahan karena sempat menyerang petugas saat aksi tadi," kata Kapolres Tangerang Kombes Pol Agus Pranoto di lokasi, Selasa (10/5/2016).
Atas permintaan warga, pihak kepolisian pun menurutinya. Sehingga warga dengan sendirinya membubarkan diri. "Saya jamin mereka akan kita lepaskan dan personel akan ditarik mundur," katanya.
Untuk SP2-nya sendiri, menurut dia, hal itu menjadi kewenangan Pemkab Tangerang. Polisi hanya melakukan pengamanan. "Itu diserahkan ke Pemkab Tangerang," paparnya.
Sementara Krishna Murti juga meminta agar personel polisi membubarkan barikade dan membuka jalan untuk warga. Dia juga sempat memerintahkan petugas Satpol PP untuk pulang. "Sudah Satpol PP pulang saja, kalian juga enggak bisa ngapa-ngapain kan," tandasnya.
Dari hasil kesepakatan, mereka meminta agar Pemkab Tangerang membatalkan pemberian surat peringatan ke-2 terkait rencana penggusuran. (Baca: Dua Water Canon Dikerahkan untuk Bubarkan Aksi Warga Dadap)
"Mereka ingin SP2 dibatalkan, aparat gabungan polisi, TNI dan Satpol PP ditarik mundur. Melepaskan dua warga yang ditahan karena sempat menyerang petugas saat aksi tadi," kata Kapolres Tangerang Kombes Pol Agus Pranoto di lokasi, Selasa (10/5/2016).
Atas permintaan warga, pihak kepolisian pun menurutinya. Sehingga warga dengan sendirinya membubarkan diri. "Saya jamin mereka akan kita lepaskan dan personel akan ditarik mundur," katanya.
Untuk SP2-nya sendiri, menurut dia, hal itu menjadi kewenangan Pemkab Tangerang. Polisi hanya melakukan pengamanan. "Itu diserahkan ke Pemkab Tangerang," paparnya.
Sementara Krishna Murti juga meminta agar personel polisi membubarkan barikade dan membuka jalan untuk warga. Dia juga sempat memerintahkan petugas Satpol PP untuk pulang. "Sudah Satpol PP pulang saja, kalian juga enggak bisa ngapa-ngapain kan," tandasnya.
(mhd)