Pemkab Tangerang Siapkan 400 Kontrakan untuk Warga Dadap
Rabu, 04 Mei 2016 - 14:49 WIB
Pemkab Tangerang Siapkan 400 Kontrakan untuk Warga Dadap
A
A
A
TANGERANG - Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan 400 pintu kontrakan untuk warga Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, yang terkena penggusuran. Warga yang akan direlokasi akan mendapatkan fasilitas kontrakan gratis selama setahun, berikut pembayaran listriknya.
Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang Heri Heryanto mengatakan, Dadap ini salah satu proses bagian dari penanganan kawasan kumuh dan miskin. (Baca: Akan Dibongkar, PSK Dadap Pulang Kampung)
“Kawasan kumuh bukan hanya wilayah Dadap antara lain Cituis, Tanjung Anom, dan wilayah Kronjo. Di kawasan dadap ini ada tanah negara yang akan diamankan serta akan ditata dan dijadikan salah satu proyek percontohan,” tuturnya kepada wartawan, Rabu (4/5/2016).
Sementara menunggu pembangunan untuk tempat tinggal yang layak selesai, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan 400 pintu kontrakan selama satu setengah tahun sudah berikut listrik secara gratis.
"Kita tidak menggusur atau mengusir masyarakat setempat tetapi membangun atau menata kawasan kumuh menjadi tempat tinggal yang layak huni. Kami hanya menggusur kawasan prostitusinya," ucap Heri.
Heri menegaskan, Pemkab tidak akan ada negosiasi untuk kawasan prostitusi. "Kami akan hilangkan prostitusi di kawasan Dadap hingga tuntas," pungkasnya.
Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang Heri Heryanto mengatakan, Dadap ini salah satu proses bagian dari penanganan kawasan kumuh dan miskin. (Baca: Akan Dibongkar, PSK Dadap Pulang Kampung)
“Kawasan kumuh bukan hanya wilayah Dadap antara lain Cituis, Tanjung Anom, dan wilayah Kronjo. Di kawasan dadap ini ada tanah negara yang akan diamankan serta akan ditata dan dijadikan salah satu proyek percontohan,” tuturnya kepada wartawan, Rabu (4/5/2016).
Sementara menunggu pembangunan untuk tempat tinggal yang layak selesai, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan 400 pintu kontrakan selama satu setengah tahun sudah berikut listrik secara gratis.
"Kita tidak menggusur atau mengusir masyarakat setempat tetapi membangun atau menata kawasan kumuh menjadi tempat tinggal yang layak huni. Kami hanya menggusur kawasan prostitusinya," ucap Heri.
Heri menegaskan, Pemkab tidak akan ada negosiasi untuk kawasan prostitusi. "Kami akan hilangkan prostitusi di kawasan Dadap hingga tuntas," pungkasnya.
(ysw)