Wagub DKI Usulkan Kaji Moratorium Pembangunan Mal di Jakut
Kamis, 28 April 2016 - 17:45 WIB
Wagub DKI Usulkan Kaji Moratorium Pembangunan Mal di Jakut
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta akan mengkaji moratorium pembangunan gedung-gedung bertingkat di kawasan Jakarta Utara. Langkah ini diambil sebagai salah satu antisipasi terkait prediksi tenggelamnya Jakarta Utara 14 tahun ke depan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot mengatakan, Pemprov DKI tengah menggenjot berbagai upaya agar Jakarta Utara tidak tenggelam. "Kita memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH) sebagai daerah resapan sungai. Kemudian perketat standar laik bangunan supaya tersedia resapan air dan kontrol penggunaan air bawah tanah karena bisa keropos," kata Djarot di Jakarta Selatan, Kamis (28/4/2016).
Mantan Wali Kota Blitar itu mengatakan, DKI juga terus melakukan kerja sama dengan kawasan Jabodetabek. "Paling penting juga perlu dikaji untuk moratorium pembangunan gedung-gedung besar terutama mal di Jakarta Utara. Jakarta ini sudah terlampaun banyak mal," ujarnya.
Perlu diketahui, Presiden Joko Widodo memperkirakan pada tahun 2030 mendatang seluruh wilayah Jakarta Utara akan berada di bawah permukaan laut. Ini akibat penurunan muka tanah di Jakarta yang selalu terjadi setiap tahun.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot mengatakan, Pemprov DKI tengah menggenjot berbagai upaya agar Jakarta Utara tidak tenggelam. "Kita memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH) sebagai daerah resapan sungai. Kemudian perketat standar laik bangunan supaya tersedia resapan air dan kontrol penggunaan air bawah tanah karena bisa keropos," kata Djarot di Jakarta Selatan, Kamis (28/4/2016).
Mantan Wali Kota Blitar itu mengatakan, DKI juga terus melakukan kerja sama dengan kawasan Jabodetabek. "Paling penting juga perlu dikaji untuk moratorium pembangunan gedung-gedung besar terutama mal di Jakarta Utara. Jakarta ini sudah terlampaun banyak mal," ujarnya.
Perlu diketahui, Presiden Joko Widodo memperkirakan pada tahun 2030 mendatang seluruh wilayah Jakarta Utara akan berada di bawah permukaan laut. Ini akibat penurunan muka tanah di Jakarta yang selalu terjadi setiap tahun.
(whb)