Pemprov DKI Jakarta Sudah Solutif dalam Menangani Masalah Eks Warga Kampung Bayam
Sabtu, 27 Januari 2024 - 22:54 WIB
loading...
Mahasiswa Magister Analisis Kebijakan Publik Universitas Indonesia, Ramadhan menilai, Pemprov DKI Jakarta sudah solutif dalam menangani masalah eks warga Kampung Bayam. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kebijakan Pemprov DKI Jakarta dengan memberikan alternatif berupa relokasi warga ke Rusun Nagrak di Jakarta Utara, dan Rusun Pasar Rumput di Jakarta Selatan dan rencana rusun baru di sekitar Jakarta International Stadium (JIS) dinilai sebagai bentuk win-win solution.
Mahasiswa Magister Analisis Kebijakan Publik Universitas Indonesia, Ramadhan menilai, setiap permasalah terkait warga sudah selayaknya dicarikan solusinya oleh pemimpin yang sedang menjabat. “Saya kira relokasi itu solusi yang cukup baik bagi warga eks Kampung Bayam yang dulu menempati di komplek JIS,” katanya, Sabtu, 27/1/2024).
Rencana penataan kota sebagai bagian dari rencana pembangunan satu daerah sesudah dikonsultasikan dan dimusyawarahkan dengan masyarakat yang terkena dampak dari pembangunan penataan kota tersebut.
Baca juga: Pemprov DKI Berencana Bangun Rusun Baru untuk Warga Kampung Bayam di Tanjung Priok
“Ini kan ada transisi kepemimpinan, jadi memang ada beberapa hal yang terlewat yang menyebabkan terjadinya perselisihan antara warga, baik dengan Pemprov DKI maupun dengan JakPro selaku pengelola. Kalau terjadi deadlock, maka sebaiknya harus ada solusi. Solusi yang ditawarkan Pemprov DKI saya kira cukup masuk akal,” kata Ramadhan.
Mahasiswa Magister Analisis Kebijakan Publik Universitas Indonesia, Ramadhan menilai, setiap permasalah terkait warga sudah selayaknya dicarikan solusinya oleh pemimpin yang sedang menjabat. “Saya kira relokasi itu solusi yang cukup baik bagi warga eks Kampung Bayam yang dulu menempati di komplek JIS,” katanya, Sabtu, 27/1/2024).
Rencana penataan kota sebagai bagian dari rencana pembangunan satu daerah sesudah dikonsultasikan dan dimusyawarahkan dengan masyarakat yang terkena dampak dari pembangunan penataan kota tersebut.
Baca juga: Pemprov DKI Berencana Bangun Rusun Baru untuk Warga Kampung Bayam di Tanjung Priok
“Ini kan ada transisi kepemimpinan, jadi memang ada beberapa hal yang terlewat yang menyebabkan terjadinya perselisihan antara warga, baik dengan Pemprov DKI maupun dengan JakPro selaku pengelola. Kalau terjadi deadlock, maka sebaiknya harus ada solusi. Solusi yang ditawarkan Pemprov DKI saya kira cukup masuk akal,” kata Ramadhan.
Lihat Juga :