Ahok Diminta Akui Penanganan Banjir Belum Optimal

Jum'at, 22 April 2016 - 06:32 WIB
Ahok Diminta Akui Penanganan...
Ahok Diminta Akui Penanganan Banjir Belum Optimal
A A A
JAKARTA - DPRD DKI Jakarta meminta agar Gubernur DKI Jakarta basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui penanganan banjir di Ibu Kota belum sepenuhnya optimal. Sehingga, pada Kamis 21 April 2016 kemarin, sejumlah kawasan di Jakarta mengalami banjir.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Rikardo meminta agar Ahok mengakui bila penanganan banjir belum sepenuhnya dilakukan. Dengan begitu, masyarakat dapat memaklumi ketimbang menyalahkan pihak lain yang akibatnya membuat warga bingung untuk beraktivitas.

Berdasarkan pengamatannya, kata Rikardo, banjir di Jakarta itu terjadi akibat belum terhubungnya saluran air yang ada di Jakarta. Saluran penghubung dengan saluran air itu beda. Terlebih, banyak saluran air yang tertutup sendimen material beton bangunan.

"Kan kemarin salah satu buktinya banyak kabel di saluran air. Dikatakan sabotase, padahal itu akibat buruknya drainase yang tidak memiliki blue print. Kalau itu ada, gampang dikontrolnya," tegasnya.

Sebelumnnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, banjir dan genangan yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta itu karena bertepatan dengan naiknya air laut. Untuk itu, kata dia, dirinya berulangkali mengatakan bila pembangunan tanggul tinggi di pesisir Jakarta harus segera dikerjakan.

"Kalau air pasang, pompa tidak bisa bekerja. Kalau dimatikan, semua air di Gunung Sahari pasti meluap. Nah, yang di selatan sama timur kalau banjir dan genangan itu karena mereka tinggal di daerah aliran sungai," kata Ahok di Balai Kota, Kamis 21 April 2016 kemarin.

Ahok menjelaskan, untuk menghilangkan banjir dan genangan, mau tidak mau harus memindahkan pemukiman warga dari bantaran kali. Untuk itu, apabila Rumah Susun Sewa (Rusunawa) sudah siap dihuni, pihaknya tidak akan segan-segan menggusur mereka yang berada di bantaran kali.

Selain itu, kata Ahok, pihaknya juga akan membeli lahan yang berada dalam infrastruktur rendah untuk dijadikan embung. Namun, apabila mereka tidak mau, Pemprov DKI wajib memasang pompa disana.

"Tapi kan kembali lagi posisi Jakarta selatan tinggi utara rendah. Kalau pasang di utara, bagaiman mau bekerja pompanya. Nah kita lagi berusaha 1.086 penghubung 13 sungai harus terhubung supaya dia turun ketika air pasang turun," jelasnya.
(whb)
Berita Terkait
Riwayat Banjir Besar...
Riwayat Banjir Besar di DKI Jakarta Sejak 1918 Hingga 2020
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Sejumlah Hotel Disiapkan...
Sejumlah Hotel Disiapkan Untuk Tampung Warga Terdampak Banjir
Anies Bocorkan Jurus...
Anies Bocorkan Jurus Atasi Banjir di Kampung Cipinang
Anies Posting Ini di...
Anies Posting Ini di Akun Media Sosial, Antisipasi Banjir Datang
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Berita Terkini
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
59 menit yang lalu
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
1 jam yang lalu
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
1 jam yang lalu
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
3 jam yang lalu
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
3 jam yang lalu
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
3 jam yang lalu
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved