Jadi Korban Malapraktik Puskesmas, Mata Adi Mengalami Kebutaan

Minggu, 17 April 2016 - 22:34 WIB
Jadi Korban Malapraktik...
Jadi Korban Malapraktik Puskesmas, Mata Adi Mengalami Kebutaan
A A A
JAMBI - Seorang warga Adi Prima (26) diduga menjadi korban malapraktik Puskemas Rantau Panjang, Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin, Jambi. Akibat malapraktik itu, satu mata korban mengalami kebutaan dan tangannya berlubang.

Saat ditemui wartawan, warga RT 02, Desa Tanjung Ilir, Kecamtan Tabir ini mengaku, kejadian yang menimpanya terjadi pada bulan Desember 2015 atau lima bulan lalu.

Saat itu, korban menderita sakit demam. Pada hari pertama dalam pengobatan, korban dipasang infus pada tangan kirinya. Dihari kedua, ternyata tangannya mengalami pembengkakan kebiru dan kehitam-hitaman.

Saat itu, korban sempat meminta supaya tidak diinfus lagi. Karena penglihatannya mulai kabur, ditambah lagi kesehatannya semakin memburuk setelah mendapat perawatan dari puskesmas.

"Saya demam, berobatlah ke Puskesmas Rantau Panjang. Setelah diperiksa, dokter menyarankan rawat inap lalu saya diinfus. Keesokan harinya, tangan saya bengkak dan mata saya terasa sakit," katanya, di rumahnya, Minggu (17/4/2016).

Dihari ketiga, penglihatan dan kesehatannya semakin parah. Lalu Pukesmas Tabir membuat rujukan ke Rumah Sakit (RS) Hanafi Muara Bungo tanpa meminta izin ke RSU Klonel Abundjani lebih dulu.

Selama 10 hari menjalani perawatan di RS Bungo, dokter menyatakan bahwa dirinya terjangkit Demam Berdarah (DBD). Namun, untuk mata dan tangannya pihak dokter RSUD Muaro Bungo tak berkomentar.

Akhirnya, pihak RSUD Muara Bungo membuat rujukan ke RS M Jamil Padang, Sumatera Barat. "Selama satu bulan dirawat di RS M Jamil Padang, penyakit DBD dan tangannya membaik. Tetapi mata sebelah kanan mengalami kebutaan," ungkapnya.

Kebutaan itu, karena dampak obat ketika dirawat di Puskesmas Rantau Panjang. Saat ini, Adi hanya melihat dengan sebelah mata saja. Sementara mata satunya tidak bisa melihat.

Menyikapi dugaan malapraktik itu, Kepala Puskesmas Tabir Lukman adanya malapraktik. "Gak mungkin pak. Sebelum pasien dirujuk mata pasien dalam keadaan baik. Jika tak percaya tanyakan sama dokter yang menanganinya," terang Lukman.

Namun demikian, Lukman mengakui jika tanggan Adi yang membekak dan membiru itu ada kesalahan, tetapi pihaknya sudah ada kesepakatan damai dengan pasien. "Kalau tangan kami akui, kami yang rawat," jelasnya.

Dilanjutkan dia, membengkaknya tangan Adi kemungkinan karena saat dipasang infus, pasien merasa gugup. Sehingga, suntikan dokter tidak tepat mengenai sasaran dan tangan pasien akhirnya membengkak.

Saat ditanya kenapa ketika merujuk ke RSUD Hanafi Muara Bungo pihak Puskesmas tidak meminta rekomendasi dari RSD Klonel Abundjani Bangko, Lukman beralasan karena permintaan pasien.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Merangin Solahudin yang dimintai komentarnya malah meminta pasien untuk menempuh jalur hukum. "Saya, membenarkan tidak, menyalahkan juga tidak. Silahkan pasien untuk menempuh jalur hukum," tegasnya.
(san)
Berita Terkait
SMC RS Telogorejo Semarang...
SMC RS Telogorejo Semarang Luncurkan 3 Inovasi Pelayanan Kesehatan
Kehadiran dan Ketersediaan...
Kehadiran dan Ketersediaan Layanan Kesehatan Dinilai Penting
Jabat Ketua PW IAMARSI,...
Jabat Ketua PW IAMARSI, Willi Putra Siap Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Menekan Kesalahan Pengobatan...
Menekan Kesalahan Pengobatan Jadi Bahasan Menarik SIAK Riau 2023
Bocah Diduga Korban...
Bocah Diduga Korban Malapraktik di Bekasi Meninggal Dunia
Momentum Benahi Pelayanan...
Momentum Benahi Pelayanan Kesehatan
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
3 jam yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
5 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
6 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
6 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
7 jam yang lalu
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
7 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved