Ahok: Kami Enggak Berani Lawan kalau Polisi Tak Bantu
Kamis, 14 April 2016 - 10:10 WIB
Ahok: Kami Enggak Berani Lawan kalau Polisi Tak Bantu
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tampak keukeuh ingin menghampus kawasan 3 in 1 untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota. Namun, Ahok sadar, kalau keinginannya itu tidak akan sukses jika tidak didukung oleh Polda Metro Jaya.
"Kalau polisi ngotot enggak berani, ya kami enggak berani lawan. Kami gimana mau lawan, kalau polisi enggak mau bantu," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/4/2016).
Menurut Ahok, saat ini Polda Metro Jaya masih membutuhkan kajian dan analisa yang dalam untuk menghapus sistem 3 in 1 itu. Karena, adanya kawasan itu memiliki sejumlah masalah sosial, seperti eksploitasi anak di bawah umur. (Baca: Uji Coba Tanpa 3 in1 untuk Atasi Eksploitasi Anak Bukan Kemacetan)
"Mungkin karena beliau orang hukum, kalau orang hukum kan mesti analisa, data kajian. Sekarang kami lagi minta kajian lagi, bukan saya yang kaji lho mesti ahli transportasi, ahli sosial, berapa banyak anak-anak kerja dikasih obat penenang," kata Ahok.
Jika saat ini Polda Metro Jaya belum ingin menghapus kawasan 3 in 1, kata dia, hal itu lantaran Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto pengganti Irjen Pol Titi Karnavian ini orang yang taat hukum. Berbeda dengan Tito dan dirinya.
"Pak Kapolda (Moechgiyanto) orang hukum dan semua kajian harus dipelajari. Kalau Pak Tito dan saya orang lapangan jadi hajar dahulu bro. Kalau orang hukum, dia enggak bisa, jadi mesti analisa semua dipikirin dan butuh waktu. Ya beliau dukung kok," katanya.
"Kalau polisi ngotot enggak berani, ya kami enggak berani lawan. Kami gimana mau lawan, kalau polisi enggak mau bantu," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/4/2016).
Menurut Ahok, saat ini Polda Metro Jaya masih membutuhkan kajian dan analisa yang dalam untuk menghapus sistem 3 in 1 itu. Karena, adanya kawasan itu memiliki sejumlah masalah sosial, seperti eksploitasi anak di bawah umur. (Baca: Uji Coba Tanpa 3 in1 untuk Atasi Eksploitasi Anak Bukan Kemacetan)
"Mungkin karena beliau orang hukum, kalau orang hukum kan mesti analisa, data kajian. Sekarang kami lagi minta kajian lagi, bukan saya yang kaji lho mesti ahli transportasi, ahli sosial, berapa banyak anak-anak kerja dikasih obat penenang," kata Ahok.
Jika saat ini Polda Metro Jaya belum ingin menghapus kawasan 3 in 1, kata dia, hal itu lantaran Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto pengganti Irjen Pol Titi Karnavian ini orang yang taat hukum. Berbeda dengan Tito dan dirinya.
"Pak Kapolda (Moechgiyanto) orang hukum dan semua kajian harus dipelajari. Kalau Pak Tito dan saya orang lapangan jadi hajar dahulu bro. Kalau orang hukum, dia enggak bisa, jadi mesti analisa semua dipikirin dan butuh waktu. Ya beliau dukung kok," katanya.
(mhd)