DPRD DKI Sayangkan Sikap Ahok Soal Jalan Layang Semanggi

Sabtu, 09 April 2016 - 06:47 WIB
DPRD DKI Sayangkan Sikap...
DPRD DKI Sayangkan Sikap Ahok Soal Jalan Layang Semanggi
A A A
JAKARTA - DPRD DKI Jakarta menyayangkan sikap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas Kompensasi Lantai Bangunan (KLB) perusahaan swasta yang digunakan untuk pembangunan jalan layang Semanggi. Apalagi tanpa memiliki perencanaan.

"Itu sama saja memberikan akses bagi kendaraan pribadi. Lebih baik selesaikan dulu saja koridor lanjutan bus transJakarta sesuai dengan Rencana Jangka Panjang Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2017 yang disusun Joko widodo dan Ahok saat itu," kata Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Padapotan Sinaga di Jakarta, Jumat 8 April 2016.

Selain itu, kata politikus PDIP ini, dana kompensasi yang diberikan untuk membangun jalan layang harus dibuka secara transpran. Sebab, selama kepemimpinan Gubernur Ahok, dana CSR dan bantuan dari perusahaan swasta tidak dibuka secara gamblang kepada masyarakat.

"Kalau kompensasi KLB itu, besaran pengunaannya harus sesuai dengan KLB-nya. Jangan sampai ada selisih," ujarnya.

Sejak dirinya memimpin DKI Jakarta, Ahok mengaku, dirinya memang tidak menggunakan perencanaan yang detil untuk melakukan pembangunan. Sebab, kata dia, perencanaan tersebut hanyalah membuang-buang waktu dan memperlambat pembangunan.

Misalnya saja dalam membangun rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Kata Ahok, pembagunan yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daera (APBD) itu harus melewati rencana detil enginering design (DED), tahun depannya lelang, dan kemungkinan baru dibangun 2018.

"Secara pemerintahan yang suka dikasih nilai C ga pernah A karena dianggap ga punya perencanaan itu saya. Saya bilang keburu bertelur itu barang. Nah, Jalan layang Semanggi ini tidak ada perencanaan," ungkapnya.

Mantan Bupati Belitung Timur itu ingin semua pembangunan di Jakarta itu seperti pembangunan yang dilakukan perusahaan swasta. Terpenting, azas manfaatnya terlihat dan teras oleh masyarakat.

"Kalau nunggu APBD lama lagi, belum berantem lagi DPRD. Disinila fungsi preman resmi," ujarnya.
(mhd)
Berita Terkait
Deretan Kota-Kota di...
Deretan Kota-Kota di Indonesia dengan Tingkat Kemacetan Tertinggi
Makin Parah, Jakarta...
Makin Parah, Jakarta Tempati Peringkat Ketujuh Kota Termacet di Dunia
Kurangi Macet di Jakarta,...
Kurangi Macet di Jakarta, Heru Budi Akan Bahas Pembagian Jam Kerja Usai Lebaran
Potret Kemacetan Imbas...
Potret Kemacetan Imbas Penutupan Jalan Protokol
Kerugian Rp71,4 Triliun...
Kerugian Rp71,4 Triliun Akibat Macet Parah di 6 Kota
Jelang Jumatan, Mampang...
Jelang Jumatan, Mampang Prapatan Macet Parah
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
34 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
2 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
3 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved