Jalan Layang Semanggi Solusi Jangka Pendek Urai Kemacetan

Sabtu, 09 April 2016 - 06:19 WIB
Jalan Layang Semanggi...
Jalan Layang Semanggi Solusi Jangka Pendek Urai Kemacetan
A A A
JAKARTA - Ketua Penelitian dan Pengembangan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Leksmono Suryo putranto mengatakan, pembangunan infrastruktur sebagai penambahan jaringan jalan untuk mengurai kemacetan itu harus memiliki perencanaan yang matang. Sebab, apabila tidak, efektifitas pembangunan hanya dirasakan dalam jangka pendek.

Misalnya, dalam kompensasi underpass Pondok Indah yang diberikan ketika Pondok Indah Mall diperbesar. Kata Leksmono, analisis Dampak lalu lintas yang dibuat saat itu hanya menghitung pengunjung yang masuk dengan kapasitas jalan disekitar.

Padahal, rencana analisis tersebut seharusnya menghitung arus lalu lintas yang berada dari hulu menuju Pondok Indah Mall tersebut. Bukan hanya jalan disekitar pembangunan. Akibatnya, kemacetan di sana semakin parah.

"Kompensasi itu memang diperbolehkan. Tapi harus memiliki rencana analisis Dampak Lingkungan yang tepat. Kalau mengurai kemacetan itu, analisisnya harus melihat jaringan angkutan massalnya," kata Leksmono saat dihubungi kemarin.

Leksmono menjelaskan, pembangunan jalan layang Semanggi memang hal yang positif. Apalagi itu dibangun di tengah pusat kota. Sayangnya, kata dia, pembangunan tersebut tidak memiliki perencanaan dan hanya bertujuan mengurai kemacetan akibat titik temu kendaraan dari arah Sudirman ke Grogol dan dari Gatot Subroto ke Sudirman.

Seharusnya, lanjut Leksmono, Pemprov DKI memberikan satu sisi pembangunan jalan layang Semangi yang berpihak pada transportasi massal. Misalnya dalam pembangunan jalan layang Semanggi diberikan satu jalur khusus TransJakarta.

Sehingga, ketika macet, pengendara pribadi memiliki pilihan. Dia memprediksi bila kemacetan dalam waktu yang tidak lama akan kembali terjadi lantaran orang akan memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk mencapai tujuannya dengan mudah.

"Kalau mau menambah jaringan jalan, ada dedicated tambahan angkutan umum lebih banyak. Hongkong itu ada jalan berputar dekat laut, tetapi angkutan umumnya lebih tertata dan terintegrasi. Jadi warga punya pilihan," ujarnya.
(ysw)
Berita Terkait
Deretan Kota-Kota di...
Deretan Kota-Kota di Indonesia dengan Tingkat Kemacetan Tertinggi
Makin Parah, Jakarta...
Makin Parah, Jakarta Tempati Peringkat Ketujuh Kota Termacet di Dunia
Kurangi Macet di Jakarta,...
Kurangi Macet di Jakarta, Heru Budi Akan Bahas Pembagian Jam Kerja Usai Lebaran
Potret Kemacetan Imbas...
Potret Kemacetan Imbas Penutupan Jalan Protokol
Kerugian Rp71,4 Triliun...
Kerugian Rp71,4 Triliun Akibat Macet Parah di 6 Kota
Jelang Jumatan, Mampang...
Jelang Jumatan, Mampang Prapatan Macet Parah
Berita Terkini
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
8 menit yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
40 menit yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
1 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
2 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
3 jam yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved