Kerjakan Soal UN, Siswa Diminta Tenang
Senin, 04 April 2016 - 11:41 WIB
Kerjakan Soal UN, Siswa Diminta Tenang
A
A
A
DEPOK - Hari ini siswa tingkat SMA/SMK di Depok menjalani Ujian Nasional. Sejumlah siswa mengaku grogi saat mengerjakan soal. Karena mereka masih menganggap UN sebagai hal yang menakutkan.
"Siswa peserta UN jangan tegang, dan panik dalam mengerjakan pelaksanaan soal-soal UN," kata anggota Komisi D DPRD Kota Depok Rezky M Noor, Senin (4/4/2016).
Dikatakan dia, UN jangan dianggap hal menakutkan karena bisa berdampak pada psikologis siswa. Diakui masih banyak yang menganggap UN sebagai penentu kelulusan.
Padahal yang perlu diketahui bahwa kelulusan tidak hanya dari UN saja. "Tapi ditentukan juga oleh hasil dari sekolah. UN bobotnya 40 persen, sisanya dari sekolah," katanya.
Kendati demikian dia tetap meminta siswa serius mengerjakan soal UN. Siswa jangan main-main saat ujian. "Jadi semestinya UN jangan dikesankan menyeramkan bagi para siswa. Mereka harusnya bisa lebih tenang," ungkapnya.
Dinas Pendidikan Kota Depok mencatat total siswa SMA/SMK yang ikut UN sebanyak 16.036 siswa. Tercatat ada 19 SMA dan 24 SMK di Depok menjalankan UN berbasis komputer atau CBT.
Untuk UN sendiri terdapat dua model, yakni berbasis paper dengan 8.072 siswa, atau 51 persen dari jumlah peserta dan untuk CBT, 7.964 siswa atau 49 persen dari jumlah peserta.
"Tahun ini ada kenaikkan jumlah sekolah yang menggunakan sistem CBT, tahun lalu ada 16 sekolah kini mencapai 19 sekolah, dan terbanyak di Jawa Barat," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Herri Pansila.
"Siswa peserta UN jangan tegang, dan panik dalam mengerjakan pelaksanaan soal-soal UN," kata anggota Komisi D DPRD Kota Depok Rezky M Noor, Senin (4/4/2016).
Dikatakan dia, UN jangan dianggap hal menakutkan karena bisa berdampak pada psikologis siswa. Diakui masih banyak yang menganggap UN sebagai penentu kelulusan.
Padahal yang perlu diketahui bahwa kelulusan tidak hanya dari UN saja. "Tapi ditentukan juga oleh hasil dari sekolah. UN bobotnya 40 persen, sisanya dari sekolah," katanya.
Kendati demikian dia tetap meminta siswa serius mengerjakan soal UN. Siswa jangan main-main saat ujian. "Jadi semestinya UN jangan dikesankan menyeramkan bagi para siswa. Mereka harusnya bisa lebih tenang," ungkapnya.
Dinas Pendidikan Kota Depok mencatat total siswa SMA/SMK yang ikut UN sebanyak 16.036 siswa. Tercatat ada 19 SMA dan 24 SMK di Depok menjalankan UN berbasis komputer atau CBT.
Untuk UN sendiri terdapat dua model, yakni berbasis paper dengan 8.072 siswa, atau 51 persen dari jumlah peserta dan untuk CBT, 7.964 siswa atau 49 persen dari jumlah peserta.
"Tahun ini ada kenaikkan jumlah sekolah yang menggunakan sistem CBT, tahun lalu ada 16 sekolah kini mencapai 19 sekolah, dan terbanyak di Jawa Barat," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Herri Pansila.
(ysw)