Ikut Pelatihan Bertani, Warga Binaan Siap Perbaiki Nasib

Kamis, 31 Maret 2016 - 02:21 WIB
Ikut Pelatihan Bertani,...
Ikut Pelatihan Bertani, Warga Binaan Siap Perbaiki Nasib
A A A
JAKARTA - Sebanyak 13 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Cipinang, Jakarta Timur mengikuti pelatihan bertani dengan tema teknik menanam rempah dan tanaman obat. Program pembinaan yang dilakukan itu adalah upaya nyata dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk meningkatkan kualitas warga binaan.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham DKI Jakarta, Dahlan Pasaribu menjelaskan, melalui Unit Pelaksana Teknis Lapas Klas 1 Cipinang yang bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Biru Lestari (Waibi), diharapkan Warga Binaan dapat hidup lebih baik saat menghirup udara bebas nanti.

"Ada dua jenis pembinaan dalam lapas. Pertama pembinaan kepribadian yakni mental dan spiritual. Kegiatannya dapat berupa kepramukaan, kerohanian, kesenian, dan lainnya. Kedua itu pembinaan kemandirian, dalam rangka meningkatkan kreatifitas dan menjadikan manusia bermental mandiri," kata Dahlan di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Rabu 30 Maret 2016.

Para peserta adalah warga binaan yang dipilih dan masuk dalam tahap asimilasi, setelah disetujui oleh tim pengamat pemasyarakatan. Mereka diajak untuk menguasai ilmu pertanian karena sektor itu lebih mudah untuk mereka masuki dan memberi bekal yang sangat potensial untuk kehidupan mereka kelak.

"Program ini juga bertujuan agar mereka dapat menjalani sisa hukuman pidana dengan baik, sembari meningkatkan keterampilan. Sehingga saat bebas nanti, mereka bisa diterima masyarakat dan hidup wajar. Itu sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemsyarakatan," katanya.

Pelatihan bercocok tanam ini akan dilaksanakan selama tiga hari mulai dari 30 Maret sampai dengan 1 April 2016. Nantinya, ke-13 Warga Binaan itu akan dilatih oleh trainer yang berpengalaman soal ilmu pertanian rempah dan obat-obatan.

Sementara itu, salah satu peserta warga binaan, Masril (53) mengaku senang mendapatkan pelatihan tersebut. Berbekal pengalaman itu, kata dia, ini merupakan modal keterampilan. (Baca: Geledah Lapas Salemba, Petugas Temukan HP dan Senjata Tajam)

"Menjadi petani adalah pekerjaan yang akan saya lakukan untuk mencari uang dan menghidupi keluarga saya. Saya akan bekerja keras untuk ini agar hidup anak istri saya berubah. Terus terang saya enggak ingin seperti ini lagi mas," tuturnya.
(mhd)
Berita Terkait
Kadin Jaktim Bersama...
Kadin Jaktim Bersama Pemkot Berbagi Hewan Kurban
Pemkot Jaktim Evakuasi...
Pemkot Jaktim Evakuasi 57 Pohon Tumbang
Melanggar Izin, Pemkot...
Melanggar Izin, Pemkot Jaktim Tutup Kegiatan Gereja
Antisipasi DBD, Pemkot...
Antisipasi DBD, Pemkot Jaktim Ajak Warga Jumantik Mandiri
Pemkot Jaktim Tanggung...
Pemkot Jaktim Tanggung Seluruh Biaya Korban Kebakaran Matraman
Pemkot Jaktim Razia...
Pemkot Jaktim Razia 38 Lokasi Rawan Gelandangan dan Pengemis
Berita Terkini
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
43 menit yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
2 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
4 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
4 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
4 jam yang lalu
2 Pemuda di Depok Ditangkap,...
2 Pemuda di Depok Ditangkap, Celurit hingga Airsoft Gun Disita Polisi
5 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved