Pilgub DKI Terbuka untuk Calon dari Kepala Daerah Lain
Rabu, 30 Maret 2016 - 04:26 WIB
Pilgub DKI Terbuka untuk Calon dari Kepala Daerah Lain
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah kepala daerah di Indonesia mulai disebut akan bertanding dalam Pilgub DKI Jakarta 2017. Jakarta sebagai Ibu Kota negara membutuhkan pemimpin yang mampu memberi contoh kepada kepala daerah lain.
Pengamat politik dari Universitas Paramadina Emrush Sihombing mengatakan, sebagai miniatur Indonesia, Jakarta terbuka bagi kepala daerah lain untuk menunjukan kemampuannya. Terlebih, hal itu telah dibuktikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang maju dari Wali Kota menjadi Gubernur DKI Jakarta dan akhirnya terpilih sebagai Presiden.
Kendati demikian, lanjut Emrus, para kepala daerah tersebut harus mempersiapkan wakilnya agar bisa menjalankan pemerintahan di daerah yang ditinggalinya dan warga dapat menerimannya.
"Kepala daerah lain maju dalam Pilgub DKI 2017 itu sah-sah saja. Ini merupakan langkah untuk menguji kemampuan kepala daerah tersebut, jangan cuma jagoan di kandang," kata Emrus saat dihubungi, Selasa 29 maret 2016 kemarin.
Emrus menjelaskan, kepala daerah yang maju dalam Pilgub DKI tentunya memiliki pengalaman lebih ketimbang calon non-pemerintahan. Artinya, program-program yang ditujukan akan bersaing ketat dengan calon gubernur pertahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Namun, Emrus berharap agar para calon tersebut juga saling membuka perilaku masing-masing lawannya. Terpenting bukan fisik, suku dan agama. "Perilaku itu boleh saling koreksi. Jakarta ini minatur Indonesia, kiblatnya daerah lain. Selain memiliki program bagus, pemimpinnya harus berperilaku bersih dari korupsi, beretika dalam berkomunikasi dan tentunya tegas," jelasnya.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhamad Taufik menambahkan, Gerindra masih membuka peluang kepada tokoh yang berpotensi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Menurut Taufik, saat ini pihaknya masih melakukan penjaringan tahap pertama, di mana ada beberapa nama yang sudah masuk bakal calon Gubernur DKI Jakarta dari internal partai, yaitu Sandiaga Uno, Sanusi dan Biem Benyamin.
Sementara tokoh dari luar partai yang muncul yaitu, Yusril Ihza Mahendra, Adhyaksa Dault dan sebagainya. "Bisa saja kepala daerah lain masuk ke dalam penjaringan kami bila hasil penjaringan dari bawah menginginkan. Juni nanti akan kami bawa nama calon yang elektabilitasnya paling tinggi," jelasnya.(Baca: PAN Berencana Usung Bupati Bojonegoro untuk Pilgub DKI 2017)
Pengamat politik dari Universitas Paramadina Emrush Sihombing mengatakan, sebagai miniatur Indonesia, Jakarta terbuka bagi kepala daerah lain untuk menunjukan kemampuannya. Terlebih, hal itu telah dibuktikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang maju dari Wali Kota menjadi Gubernur DKI Jakarta dan akhirnya terpilih sebagai Presiden.
Kendati demikian, lanjut Emrus, para kepala daerah tersebut harus mempersiapkan wakilnya agar bisa menjalankan pemerintahan di daerah yang ditinggalinya dan warga dapat menerimannya.
"Kepala daerah lain maju dalam Pilgub DKI 2017 itu sah-sah saja. Ini merupakan langkah untuk menguji kemampuan kepala daerah tersebut, jangan cuma jagoan di kandang," kata Emrus saat dihubungi, Selasa 29 maret 2016 kemarin.
Emrus menjelaskan, kepala daerah yang maju dalam Pilgub DKI tentunya memiliki pengalaman lebih ketimbang calon non-pemerintahan. Artinya, program-program yang ditujukan akan bersaing ketat dengan calon gubernur pertahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Namun, Emrus berharap agar para calon tersebut juga saling membuka perilaku masing-masing lawannya. Terpenting bukan fisik, suku dan agama. "Perilaku itu boleh saling koreksi. Jakarta ini minatur Indonesia, kiblatnya daerah lain. Selain memiliki program bagus, pemimpinnya harus berperilaku bersih dari korupsi, beretika dalam berkomunikasi dan tentunya tegas," jelasnya.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhamad Taufik menambahkan, Gerindra masih membuka peluang kepada tokoh yang berpotensi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Menurut Taufik, saat ini pihaknya masih melakukan penjaringan tahap pertama, di mana ada beberapa nama yang sudah masuk bakal calon Gubernur DKI Jakarta dari internal partai, yaitu Sandiaga Uno, Sanusi dan Biem Benyamin.
Sementara tokoh dari luar partai yang muncul yaitu, Yusril Ihza Mahendra, Adhyaksa Dault dan sebagainya. "Bisa saja kepala daerah lain masuk ke dalam penjaringan kami bila hasil penjaringan dari bawah menginginkan. Juni nanti akan kami bawa nama calon yang elektabilitasnya paling tinggi," jelasnya.(Baca: PAN Berencana Usung Bupati Bojonegoro untuk Pilgub DKI 2017)
(whb)