Gerindra Ogah Tanggapi Konflik Internal Hanura Jakarta
Selasa, 29 Maret 2016 - 04:26 WIB
Gerindra Ogah Tanggapi Konflik Internal Hanura Jakarta
A
A
A
JAKARTA - DPD Partai Gerindra DKI Jakarta enggan menanggapi konflik internal yang terjadi di Partai Hanura terkait mundurnya kader partai tersebut. Pilihan Hanura yang mendukung calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang menjadi alasan kader Hanura mundur.
Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra Syarief mengatakan, partai politik memiliki dapurnya masing-masing. Artinya, partai politik tidak mungkin mengomentari permasalah internal di partai lain.
"Prinsip ini diusung Partai Gerindra dalam membangun partai politik," kata Syarief pada wartawan Senin, 28 Maret 2016 kemarin. Syarif menuturkan, fungsi partai politik itu membangun demokrasi untuk mencari tokoh yang diinginkan masyarakat.
"Partai politik itu punya kekuatan mesin dari lapisan bawah masyarakat yang bisa menangkap aspirasi masyarakat. Partai tidak bisa langsung main memutuskan calon Gubernur meski kewenangannya ada di tangan Ketu Umum partai," jelasnya.
Dalam memilih kepala daerah, lanjut Syarief, DPD memiliki peranan penting lantaran dekat dengan warga pemilih. Untuk itu, Partai Gerindra tengah melakukan penjaringan pada akhir tahun lalu. Nantinya, pada April diharapkan tengah mengerucut tiga dari delapan calon yang dijaring.
"Nah ketiga calon nanti kami sampaikan ke DPP. Kami juga tidak menutup kemungkinan ada calon di luar kader. Terpenting masyarakat menyetujuinya," ungkapnya‎.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta, Rahmat HS tidak hanya mengaku kecewa terhadap partainya yang mendukung Ahok pada Pilgub DKI Jakarta 2017.
Rahmat menegaskan akan mengambil keputusan untuk mundur dari partai yang dipimpin Wiranto itu. Dia menilai keputusan mendukung Ahok sebagai pemaksaan kehendak.(Baca: Kecewa Partainya Dukung Ahok, Kader Hanura Ini Siap Mundur)
Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra Syarief mengatakan, partai politik memiliki dapurnya masing-masing. Artinya, partai politik tidak mungkin mengomentari permasalah internal di partai lain.
"Prinsip ini diusung Partai Gerindra dalam membangun partai politik," kata Syarief pada wartawan Senin, 28 Maret 2016 kemarin. Syarif menuturkan, fungsi partai politik itu membangun demokrasi untuk mencari tokoh yang diinginkan masyarakat.
"Partai politik itu punya kekuatan mesin dari lapisan bawah masyarakat yang bisa menangkap aspirasi masyarakat. Partai tidak bisa langsung main memutuskan calon Gubernur meski kewenangannya ada di tangan Ketu Umum partai," jelasnya.
Dalam memilih kepala daerah, lanjut Syarief, DPD memiliki peranan penting lantaran dekat dengan warga pemilih. Untuk itu, Partai Gerindra tengah melakukan penjaringan pada akhir tahun lalu. Nantinya, pada April diharapkan tengah mengerucut tiga dari delapan calon yang dijaring.
"Nah ketiga calon nanti kami sampaikan ke DPP. Kami juga tidak menutup kemungkinan ada calon di luar kader. Terpenting masyarakat menyetujuinya," ungkapnya‎.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta, Rahmat HS tidak hanya mengaku kecewa terhadap partainya yang mendukung Ahok pada Pilgub DKI Jakarta 2017.
Rahmat menegaskan akan mengambil keputusan untuk mundur dari partai yang dipimpin Wiranto itu. Dia menilai keputusan mendukung Ahok sebagai pemaksaan kehendak.(Baca: Kecewa Partainya Dukung Ahok, Kader Hanura Ini Siap Mundur)
(whb)