Cerita Pagi

Kisah Sepeda Tua dan Perjumpaan Soekarno dengan Marhaenisme

loading...
Kisah Sepeda Tua dan Perjumpaan Soekarno dengan Marhaenisme
Kisah Sepeda Tua dan Perjumpaan Soekarno dengan Marhaenisme
SEPEDA merupakan bagian kecil dari kehidupan Presiden Soekarno yang sangat penting. Saat sedang asyik bersepeda, Soekarno kerap mengalami berbagai peristiwa tidak terlupakan. Di antaranya saat bertemu dengan pemuda Marhaen.

Dalam buku Kuantar ke Gerbang, Inggit Ganarsih menceritakan, dengan wajah penuh gembira Bung Karno bercerita bahwa dirinya habis mengayuh sepeda ke Cigereleng sampai di Desa Cibintinu dan bertemu dengan petani yang masih muda bernama Marhaen.

Dengan penuh semangat, Soekarno menceritakan kesannya setelah bertemu pemuda Marhaen. Dia menggambarkan sosok Marhaen sebagai petani kecil dengan milik kecil, dan punya alat-alat kecil sekadar cukup untuk dirinya sendiri.

Penghasilan petani Marhaen juga kecil, sekadar cukup untuk dirinya sendiri dan mengganjal perut keluarganya. Tidak ada yang lebihnya sedikit pun. Dia juga tidak bekerja untuk orang lain dan tidak ada orang lain yang bekerja untuknya.

Singkat kata, pada diri Marhaen tidak ada pengisapan tenaga dari seseorang oleh orang lain. "Marhaenisme adalah sosialisme Indonesia dalam praktik," tegas Soekarno kepada Inggit, seperti dikutip dalam halaman 57.

Pertemuan antara Soekarno dengan petani Marhaen juga diceritakan dalam buku Untold Story, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Saat itu Soekarno sedang mendayung sepeda, sambil berpikir, tanpa tujuan di selatan Kota Bandung.



Daerah yang dilalui sepeda Soekarno adalah kawasan pertanian yang padat, di mana orang bisa menyaksikan para petani mengerjakan sawahnya yang kecil, yang masing-masing luasnya kurang dari sepertiga hektare.

Saat itu, perhatian Soekarno tertuju pada seorang petani yang sedang mencangkul tanah miliknya. Petani itu bekerja seorang diri, dan pakaiannya sudah lusuh. Setelah menghentikan aju sepedanya, Soekarno sempat memperhatikannya dengan diam.

Kemudian Soekarno mendekati petani itu dan berbicara dengannya menggunakan bahasa Sunda. "Siapa yang punya semua yang engkau kerjakan sekarang ini?" kata Soekarno kepada petani itu. "Saya, juragan," jawab petani itu.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top