Pengamat Ingatkan Partai Politik Tak Ladeni Permainan Ahok

Minggu, 13 Maret 2016 - 06:06 WIB
Pengamat Ingatkan Partai...
Pengamat Ingatkan Partai Politik Tak Ladeni Permainan Ahok
A A A
JAKARTA - Beberapa waktu terakhir, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang juga berniat maju sebagai incumbent di pemilihan gubernur (Pilgub) DKI 2017 ini kerap menyampaikan sejumlah komentar bernada kontroversi kepada sejumlah pihak.

Yang terbaru, mantan Bupati Belitung Timur itu menyampaikan alasannya maju sebagai calon perseorangan lantaran mahalnya biaya politik yang harus dikeluarkan seorang calon untuk membayar partai politik sebagai bagian dari mahar pencalonannya.

Direktur Eksekutif PolcoMM Institute, Heri Budianto mengingatkan agar partai politik tidak menanggapi serangan dari Ahok itu. Menurut dia, hal itu jebakan, yang apabila parpol balik menyerang Ahok maka posisinya akan menjadi teraniaya, dan publik pasti akan memberikan simpatinya.

"Hati-hati partai, ketika mengeroyok Ahok itu akan menguntungkan bagi dia, karena simpati masyarakat akan tinggi," ujar Heri di Cikini, Jakarta Sabtu 12 Maret 2016.

Heri mengatakan, meski secara resmi Pilgub DKI Jakarta belum dimulai, namun persaingan menuju kursi satu di Ibu Kota sudah dimulai. Oleh karena penting untuk melihat pencalonan Ahok maju dari jalur perseorangan sebagai tanda, adanya upaya mengecilkan posisinya sebagai seorang kandidat melawan kekuatan besar yakni parpol.

"Semua parpol itu harus menyelamatkan diri, karena isu deparpolisasi itu kan menyudutkan partai. Hari ini banyak orang yang tidak percaya partai, ini sebuah permainan yang sudah dimulai," kata Heri.

Heri meyakinkan, apabila psychological warfare (psywar) Ahok didiamkan, maka hal itu justru akan menjadi keuntungan bagi partai politik, sebab dengan sendirinya kandidat incumbent itu akan kehilangan panggungnya untuk terus mendapat perhatian dari masyarakat.

"Biarkan saja, nanti yang untung itu parpol. Ahok akan kehilangan pembicaraan di masyarakat bahwa dia terdzolimi, tersakiti," pungkas pria yang juga pengamat komunikasi politik di Universitas Mercu Buana tersebut. (Baca: Pengamat Ini Beberkan Kartu Mati Ahok)
(mhd)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
1 jam yang lalu
Komitmen Perkuat UMKM...
Komitmen Perkuat UMKM dan Lapangan Kerja, Bupati Rudy Susmanto Raih Penghargaan Nasional!
1 jam yang lalu
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Polda Metro: Tak Serta Merta Penyidikan Jadi Tidak Sah
2 jam yang lalu
Bea Cukai Priok Musnahkan...
Bea Cukai Priok Musnahkan BDN dan BTD, Selesaikan Masalah Kontainer Longstay
2 jam yang lalu
Meriah! Pengwil INI...
Meriah! Pengwil INI Jateng Gelar Peringatan HUT ke-118 Ikatan Notaris Indonesia di Solo dan Karanganyar
3 jam yang lalu
Jarak ke RS Capai 200...
Jarak ke RS Capai 200 Km, Legislator Perindo Fendi Yulianto Sumbang Ambulans untuk Warga Pesisir Selatan
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved