Siswa SMA di NTT Ditemukan Tewas Dipenuhi Luka Tusuk
Minggu, 06 Maret 2016 - 04:18 WIB
Siswa SMA di NTT Ditemukan Tewas Dipenuhi Luka Tusuk
A
A
A
NTT - Frengki Beis (16), salah satu siswa SMA PGRI Mnelalette, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tergeletak tak bernyawa tak jauh dari pinggir jalan raya sekitar pukul 07.00 Wita.
Korban ditemukan dalam kebun milik Eliaser Selan oleh warga, dengan tubuh penuh luka tusuk dan luka sobek. Diduga luka itu bekas sabetan benda tajam.
Tempat kejadian peristiwa (TKP) berlokasi di RT 22/RW 01, Dusun A, Desa Nulle, Kecamatan Amanuban Barat. Saat polisi melakukan olah TKP, polisi hanya menemukan handphone dan sandal jepit. Sedangkan posisi korban tertidur dengan posisi miring ke kiri.
Kepala Unit Identifikasi Polres Timor Tengah Selatan, Aiptu Laurens Jehau mengatakan, sesuai hasil visum di RSUD Kota Soe, ditemukan luka robek terbuka pada bagian punggung kanan dengan panjang 3,8 centimeter.
“Korban diduga kuat di bunuh dengan cara di tusuk menggunakan benda tajam di bagian punggung hingga pendarahan dalam,” ujar Aiptu Laurens Jehau saat dihubungi, Sabtu (5/3/2016) malam.
Laurens menambahkan, saat ini anggota reserse dan kriminal sedang melakukan penyelidikan mendalam, termasuk meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap motif pembunuhan siswa SMA itu.
Korban ditemukan dalam kebun milik Eliaser Selan oleh warga, dengan tubuh penuh luka tusuk dan luka sobek. Diduga luka itu bekas sabetan benda tajam.
Tempat kejadian peristiwa (TKP) berlokasi di RT 22/RW 01, Dusun A, Desa Nulle, Kecamatan Amanuban Barat. Saat polisi melakukan olah TKP, polisi hanya menemukan handphone dan sandal jepit. Sedangkan posisi korban tertidur dengan posisi miring ke kiri.
Kepala Unit Identifikasi Polres Timor Tengah Selatan, Aiptu Laurens Jehau mengatakan, sesuai hasil visum di RSUD Kota Soe, ditemukan luka robek terbuka pada bagian punggung kanan dengan panjang 3,8 centimeter.
“Korban diduga kuat di bunuh dengan cara di tusuk menggunakan benda tajam di bagian punggung hingga pendarahan dalam,” ujar Aiptu Laurens Jehau saat dihubungi, Sabtu (5/3/2016) malam.
Laurens menambahkan, saat ini anggota reserse dan kriminal sedang melakukan penyelidikan mendalam, termasuk meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap motif pembunuhan siswa SMA itu.
(kri)