Jelang Pilgub, Ahok Sedang Jual Mahal ke PDIP
Sabtu, 05 Maret 2016 - 22:32 WIB
Jelang Pilgub, Ahok Sedang Jual Mahal ke PDIP
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai sedang jual mahal ke PDIP terkait Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang. Ahok saat ini sedang melakukan test case dengan menyebut ingin menggandeng PNS sebagai cawagub untuk jalur independen.
Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Zaki Mubarak mengatakan, rencana Ahok menggandeng Kepala BPKAD Heru Budi Hartono sebagai cawagub tidak terlalu serius. Hal tersebut hanya untuk menakar sikap PDIP terhadap dirinya.
"Saya kira itu sekedar test case oleh Ahok untuk mengetahui sikap PDIP. Saya ragu kalau benar-benar Heru yang dipilih, selain kurang dikenal juga memunculkan resistensi dari parpol-parpol yang kemungkinan mendukung Ahok, misalnya dari PDIP," kata Zaki saat dihubungi Sindonews, Sabtu (5/3/2016).
Zaki menduga, Ahok akan menggunakan jalur partai politik, sebab, jika Ahok tetap bersikeras menggunakan jalur independen maka akan sangat berisiko. Zaki menambahkan, Ahok disarankan memilih jalur partai politik yang lebih memberi kepastian.
"Ahok saat ini "jual mahal" ke PDIP harus dipahami dalam konteks bargaining politik, yang intinya Ahok perlu PDIP tapi tidak mau terlalu diatur terutama soal siapa cawagub pasangannya," tutup Zaki.
Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Zaki Mubarak mengatakan, rencana Ahok menggandeng Kepala BPKAD Heru Budi Hartono sebagai cawagub tidak terlalu serius. Hal tersebut hanya untuk menakar sikap PDIP terhadap dirinya.
"Saya kira itu sekedar test case oleh Ahok untuk mengetahui sikap PDIP. Saya ragu kalau benar-benar Heru yang dipilih, selain kurang dikenal juga memunculkan resistensi dari parpol-parpol yang kemungkinan mendukung Ahok, misalnya dari PDIP," kata Zaki saat dihubungi Sindonews, Sabtu (5/3/2016).
Zaki menduga, Ahok akan menggunakan jalur partai politik, sebab, jika Ahok tetap bersikeras menggunakan jalur independen maka akan sangat berisiko. Zaki menambahkan, Ahok disarankan memilih jalur partai politik yang lebih memberi kepastian.
"Ahok saat ini "jual mahal" ke PDIP harus dipahami dalam konteks bargaining politik, yang intinya Ahok perlu PDIP tapi tidak mau terlalu diatur terutama soal siapa cawagub pasangannya," tutup Zaki.
(whb)