Ratusan Burung Sitaan Dilepas di Serang

Rabu, 02 Maret 2016 - 01:05 WIB
Ratusan Burung Sitaan...
Ratusan Burung Sitaan Dilepas di Serang
A A A
SERANG - Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat wilayah Banten melepas ratusan burung ilegal yang akan diselundupkan dari Jambi ke wilayah Bekasi.

Pelepasan ratusan burung berbagai jenis seperti serindit, ciblek, dan gelatik batu tersebut dilakukan di Cagar Alam Rawa Danau, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (1/3/2016).

Kepala BKSDA Jawa Barat wilayah Banten Andri Ginson mengatakan, burung tersebut sebelumnya diamankan dari dalam bagasi bus AKAP Putra Remaja rute Jambi-Solo dengan nomor polisi AB 7122 AK oleh KSKP Merak bersama Balai Karantina Pertanian Klas II Cilegon, saat sandar di Pelabuhan Merak pada Sabtu 20 Februari 2016.

"Burung ini tidak dilengkapi dokumen, jadi kita lepas di sini dan memang lokasi ini merupakan cagar alam, konservasi, dan juga habitatnya burung-burung ini," kata Andri.

Guna mencegah penyelundupan satwa dari wilayah Sumatera menuju Pulau Jawa, pihak BKSDA Jawa Barat wilayah Banten terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak termasuk Kepolisian dan Balai Karantina Pertanian.

"Ini merupakan upaya penyelundupan yang pertama di tahun ini. Semoga ke depannya tidak terjadi. Untuk itu, kita harapkan masyarakat melaporkan jika ada upaya penyelundupan satwa," ujarnya.

Ratusan Burung Sitaan Dilepas di Serang


Sementara itu, Dokter Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon Adi Prasetyo mengatakan, kondisi burung yang dilepaskan dalam kondisi sehat, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan karantina.

"Kita sudah lakukan pengecekan, kondisinya sehat, jadi bisa dilepas, nantinya tidak menyebarkan virus kepada satwa lainnya yang ada di sini (Rawa Danau)," katanya

Saat ini, sang supir bos Ririn Haryanto ditetapkan sebagai tersangka dan kasusnya sudah ditangani pihak kepolisian. Dia dijerat UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara dan denda paling banyak Rp150 juta.

"Sudah diproses, kita juga masih mencari tahu siapa pemasoknya di Jambi," ujarnya.
(zik)
Berita Terkait
Ngeri, Ini 3 Alasan...
Ngeri, Ini 3 Alasan Mengapa Hewan Makan dan Bunuh Anaknya Sendiri
4 Fakta Unik Hewan Langka...
4 Fakta Unik Hewan Langka di Indonesia
Ini 5 Hewan yang Takut...
Ini 5 Hewan yang Takut Air, Salah Satunya Sangat Menggemaskan
7 Fakta Menarik Okapi,...
7 Fakta Menarik Okapi, Unicorn Afrika yang Jarang Diketahui
Bikin Heboh, Ikan Mola-mola...
Bikin Heboh, Ikan Mola-mola Langka 2 Ton Tertangkap Jaring Nelayan
Geger, Ikan Lele Raksasa...
Geger, Ikan Lele Raksasa Berwarna Kuning Ditemukan di Danau Belanda
Berita Terkini
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
2 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
6 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
6 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
6 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
9 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
10 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved