Batal Maju DKI I, Ridwan Kamil Nurut Kata Ibu
Senin, 29 Februari 2016 - 13:37 WIB
Batal Maju DKI I, Ridwan Kamil Nurut Kata Ibu
A
A
A
BANDUNG - Ridwan Kamil memilih bertahan menjadi Wali Kota Bandung daripada harus maju dalam ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 mendatang. Alasannya, pria yang biasa disapa Kang Emil itu lebih mendengarkan kata sang ibu.
"Prinsip hidup saya, sesuai kata ibu, jadilah manusia terbaik yang manfaatnya paling banyak," ujar Kang Emil di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (29/2/2016).
Atas dasar itu, Kang Emil akhirnya memutuskan bertahan di Bandung karena merasa akan lebih bermanfaat di tanah kelahirannya. "Sehingga saya ambil keputusan kebermanfaatan saya, yang mana yang paling banyak," kata Kang Emil.
Selain itu, dia ingin menuntaskan tugas dan janjinya lima tahun memimpin Kota Bandung. Ia pun sadar bahwa Kota Bandung masih perlu banyak perbaikan dalam berbagai hal. (Baca: Ini Alasan Ridwan Kamil Batal Maju Pilgub DKI)
"Kami mah berbasis fakta saja, Bandung itu banyak perbaikan tapi belum sempurna. Kalau di Bandung disebut beres, itu lebay. Tapi kalau dibilang tidak (ada perbaikan), itu bohong," jelas Emil.
Ia pun menegaskan bahwa selama ini bukan hanya taman yang jadi fokus perbaikannya di Kota Bandung. Ia mencontohkan akuntabilitas yang terus membaik, transparansi pelayanan publik meningkat, hingga pengangguran turun dari 10% menjadi 6%. "Jadi tidak betul kalau Bandung hanya urusan taman. Reformasi ke dalam ini fakta-fakta yang berubah dalam dua tahun," tuturnya.
Tapi diakuinya ada sejumlah masalah yang belum selesai. Dari lima persoalan utama, ada dua yang sudah diperbaiki yaitu sampah, PKL, dan jalan bolong. "Tapi betul kalau masalah banjir dan kemacetan itu jadi tantangan saya," tandas Emil.
PILIHAN:
Masyarakat DKI Diminta Waspadai Ciri Pemimpin seperti Ini
"Prinsip hidup saya, sesuai kata ibu, jadilah manusia terbaik yang manfaatnya paling banyak," ujar Kang Emil di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (29/2/2016).
Atas dasar itu, Kang Emil akhirnya memutuskan bertahan di Bandung karena merasa akan lebih bermanfaat di tanah kelahirannya. "Sehingga saya ambil keputusan kebermanfaatan saya, yang mana yang paling banyak," kata Kang Emil.
Selain itu, dia ingin menuntaskan tugas dan janjinya lima tahun memimpin Kota Bandung. Ia pun sadar bahwa Kota Bandung masih perlu banyak perbaikan dalam berbagai hal. (Baca: Ini Alasan Ridwan Kamil Batal Maju Pilgub DKI)
"Kami mah berbasis fakta saja, Bandung itu banyak perbaikan tapi belum sempurna. Kalau di Bandung disebut beres, itu lebay. Tapi kalau dibilang tidak (ada perbaikan), itu bohong," jelas Emil.
Ia pun menegaskan bahwa selama ini bukan hanya taman yang jadi fokus perbaikannya di Kota Bandung. Ia mencontohkan akuntabilitas yang terus membaik, transparansi pelayanan publik meningkat, hingga pengangguran turun dari 10% menjadi 6%. "Jadi tidak betul kalau Bandung hanya urusan taman. Reformasi ke dalam ini fakta-fakta yang berubah dalam dua tahun," tuturnya.
Tapi diakuinya ada sejumlah masalah yang belum selesai. Dari lima persoalan utama, ada dua yang sudah diperbaiki yaitu sampah, PKL, dan jalan bolong. "Tapi betul kalau masalah banjir dan kemacetan itu jadi tantangan saya," tandas Emil.
PILIHAN:
Masyarakat DKI Diminta Waspadai Ciri Pemimpin seperti Ini
(mhd)