Puluhan Preman Bersenjata di Palembang Jarah Lahan Padi Petani

Senin, 29 Februari 2016 - 13:37 WIB
Puluhan Preman Bersenjata...
Puluhan Preman Bersenjata di Palembang Jarah Lahan Padi Petani
A A A
PALEMBANG - Tak tahu harus berbuat apa lagi, Riki Setiawan (36) warga Desa Daya Murni, RT 09/06, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin akhirnya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel.

Kedatangan Riki guna meminta bantuan polisi, lantaran lahan padi seluas 14 hektare yang siap panen miliknya tiba-tiba dijarah segerombolan yang membawa preman.

Bahkan untuk menakuti korban, preman-preman tersebut juga membawa senjata api (senpi). Dalam laporannya, Riki mengaku kejadian itu berlangsung sejak 22 Februari lalu. Di mana sebelumnya, lahan tersebut disewa korban dengan sistem bagi hasil kepada seorang warga bernama Ambok Unga.

Setelah berjalan empat bulan dan padi tersebut siap panen, tiga bersaudara Jamaludin, Komarudin, dan Amaludin, justru menjarahnya. Riki yang mengetahui hal itu tak bisa berbuat apa-apa.

Dia tak berani untuk mendekati tiga bersaudara tersebut, karena mereka membawa sekitar 30 orang yang diduga preman dengan dilengkapi dengan senpi. Sehingga, dirinya memilih untuk melaporkan kejadian itu ke kepala desa setempat.

"Sebelum kami melapor ke Polda Sumsel, terlebih dahulu kami melaporkan hal ini ke Polsek Muara Padang. Sudah dua kali tetapi tak ditanggapi. Oleh karena itu kami memilih melapor ke Polda Sumsel. Makanya hari ini kami datang untuk melapor ke Polda Sumsel," katanya saat melapor, Minggu (28/2/2016).

Akibat kejadian tersebut, Riki mengaku mengalami kerugian Rp400 juta.

"Ruginya sekitar Rp400 juta. Bahkan, seharusnya jika sudah dipanen dengan lahan seluas 14 hektare saya dapat memperoleh sekitar 840 karung padi. Kami tak terima, kami sudah capek-capek menanam, tiba-tiba orang lain yang memetik hasilnya. Dengan dilaporkannya ini, saya minta mereka untuk segera ditangkap," harapnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Djarod Padakova mengatakan, laporan korban sudah diterima dengan Surat Laporan Nomor STTLP/147/II/2016/SPKT. Korban serta saksi sudah dilakukan pemeriksaan untuk diambil keterangan.

"Laporan sudah diterima. Terlapor akan kami panggil untuk dimintai keterangan. Kalau memang terbukti bersalah, maka akan kita proses sesuai hukum yang berlaku," pungkas Djarod.
(san)
Berita Terkait
Pengembangan Korporasi...
Pengembangan Korporasi Kedelai di Grobogan Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Nilai Petani Turun 1,73%,...
Nilai Petani Turun 1,73%, SPI Minta Pemerintah Perluas Subsidi
Mulai Sekarang, Jangan...
Mulai Sekarang, Jangan Coba-Coba dengan Pupuk Bersubsidi
Pendapatan Petani di...
Pendapatan Petani di Jepang dengan Petani di Indonesia, Antara Bumi dan Langit
Gelar Pengabdian Masyarakat,...
Gelar Pengabdian Masyarakat, UAI Berhasil Tingkatkan Produktivitas Petani Cibereum
Sektor Pangan Jadi Andalan...
Sektor Pangan Jadi Andalan Menjaga Stabilitas Ekonomi Sosial
Berita Terkini
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
13 menit yang lalu
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
1 jam yang lalu
Plt Bupati Bekasi Bakal...
Plt Bupati Bekasi Bakal Evaluasi Kinerja Dirum Perumda Tirta Bhagasasi
1 jam yang lalu
Hadir di IFBC Yogyakarta...
Hadir di IFBC Yogyakarta 2026, Booth Bingxue Dipadati Calon Mitra
2 jam yang lalu
Penyelundupan 3 Ton...
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Terbongkar, Kemenhut Buru Jaringan Internasional
2 jam yang lalu
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved