Hasil Pemeriksaan Saksi, Kebakaran Pasar Yaik Baru Diduga Korsleting Listrik
Minggu, 28 Februari 2016 - 14:56 WIB
Hasil Pemeriksaan Saksi, Kebakaran Pasar Yaik Baru Diduga Korsleting Listrik
A
A
A
SEMARANG - Polrestabes Semarang menduga kebakaran kios di Pasar Yaik Baru Komplek Johar Semarang akibat adanya hubungan pendek arus listrik alias korsleting. Dugaan itu berdasar pemeriksaan sementara saksi – saksi.
“Sebenarnya itu sudah ketahuan (dugaan penyebab), hasil pemeriksaan saksi – saksi karena korsleting listrik. Tapi, hasil pastinya (penyebab) nanti tunggu Labfor (Laboratorium Forensik Bareskrim Polri Cabang Semarang),” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, saat dihubungi, Minggu (28/2/2016) siang.
Pantauan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), menjelang sekira pukul 11.00 WIB tim dari Unit Identifikasi TKP Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang dan tim Labfor Bareskrim Polri Cabang Semarang sudah menyelesaikan pemeriksaan TKP. Mereka bekerja dari sekira pukul 08.00 WIB.
Berbagai sampel dari TKP dibawa petugas. Di antaranya; arang sisa kebakaran, sampel kabel instalasi listrik hingga sampel benda yang terbakar di TKP. Petugas lalu membawanya dimasukkan ke dalam mobil Puslabfor untuk diteliti di laboratorium yang berada di Komplek Akademi Kepolisian (Akpol) Jalan Sultan Agung Semarang.
“Sekarang masih dalam proses lidik (penyelidikan). Maksimal seminggulah hasilnya sudah keluar (dari Labfor),” lanjut Burhanudin.
Setelah melakukan Olah TKP, polisi sempat memasang pita police line di deretan kios yang terbakar. Namun, itu tak berlangsung lama menjelang pukul 12.00 WIB, pita police line dilepas, kemudian diserahterimakan ke Ketua Himpunan Persatuan Pedagang Pasar Yaik Unit PPJ Kota Semarang, Mudasir.
“Jadi Olah TKP sudah selesai, police line dilepas agar pemilik bisa kembali melanjutkan aktivitasnya di kios,” kata salah satu petugas Identifikasi di TKP yang enggan disebut identitasnya.
Sementara itu, Mudasir menyebut pada kebakaran Sabtu (27/2/2016) malam itu ada 4 kios yang terbakar dengan dampak paling parah.
Selain itu, 17 kios lainnya juga mengalami berbagai kerusakan karena saat proses lokalisir api dan pendinginan, ikut disemprot air dari pemadam kebakaran. Lokasinya di Blok M dan L Pasar Yaik Baru Komplek Johar Semarang.
“Saat lokalisir ada kerusakan. Semuanya (yang terbakar), kios pakaian. Tadi sudah diserahterimakan dari polisi (lepas police line), yang boleh masuk pedagang saja (pemilik kios),” kata Mudasir di lokasi.
Dia mengatakan, untuk pengamanan lokasi pasar, sudah dibentuk Pengamanan Swakarsa Pedagang. Anggotanya berjumlah 40 orang. Mereka melakukan patroli mengamankan kios – kios sejak pukul 18.00 WIB sampai 06.00 WIB tiap harinya.
Meski menduga kebakaran pasar itu karena korsleting listrik, Mudasir menyebut untuk hasil pasti menunggu pemeriksaan polisi. Dia berharap, dalam kurun waktu 2 sampai 3 hari ke depan, aktivitas pasar bisa kembali normal.
“Kalau fisik bangunan masih utuh, karena kerangka besi semua. Hanya saja listrik masih padam,” ungkapnya.
Dia mengatakan, sebagai upaya pengamanan petugas Pam Swakarsa secara rutin meningkatkan patroli untuk pengecekan. Sementara itu, di kawasan Pasar Yaik Baru, pada Minggu juga terlihat disiagakan sebuah mobil pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran Kota Semarang.
“Sebenarnya itu sudah ketahuan (dugaan penyebab), hasil pemeriksaan saksi – saksi karena korsleting listrik. Tapi, hasil pastinya (penyebab) nanti tunggu Labfor (Laboratorium Forensik Bareskrim Polri Cabang Semarang),” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, saat dihubungi, Minggu (28/2/2016) siang.
Pantauan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), menjelang sekira pukul 11.00 WIB tim dari Unit Identifikasi TKP Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang dan tim Labfor Bareskrim Polri Cabang Semarang sudah menyelesaikan pemeriksaan TKP. Mereka bekerja dari sekira pukul 08.00 WIB.
Berbagai sampel dari TKP dibawa petugas. Di antaranya; arang sisa kebakaran, sampel kabel instalasi listrik hingga sampel benda yang terbakar di TKP. Petugas lalu membawanya dimasukkan ke dalam mobil Puslabfor untuk diteliti di laboratorium yang berada di Komplek Akademi Kepolisian (Akpol) Jalan Sultan Agung Semarang.
“Sekarang masih dalam proses lidik (penyelidikan). Maksimal seminggulah hasilnya sudah keluar (dari Labfor),” lanjut Burhanudin.
Setelah melakukan Olah TKP, polisi sempat memasang pita police line di deretan kios yang terbakar. Namun, itu tak berlangsung lama menjelang pukul 12.00 WIB, pita police line dilepas, kemudian diserahterimakan ke Ketua Himpunan Persatuan Pedagang Pasar Yaik Unit PPJ Kota Semarang, Mudasir.
“Jadi Olah TKP sudah selesai, police line dilepas agar pemilik bisa kembali melanjutkan aktivitasnya di kios,” kata salah satu petugas Identifikasi di TKP yang enggan disebut identitasnya.
Sementara itu, Mudasir menyebut pada kebakaran Sabtu (27/2/2016) malam itu ada 4 kios yang terbakar dengan dampak paling parah.
Selain itu, 17 kios lainnya juga mengalami berbagai kerusakan karena saat proses lokalisir api dan pendinginan, ikut disemprot air dari pemadam kebakaran. Lokasinya di Blok M dan L Pasar Yaik Baru Komplek Johar Semarang.
“Saat lokalisir ada kerusakan. Semuanya (yang terbakar), kios pakaian. Tadi sudah diserahterimakan dari polisi (lepas police line), yang boleh masuk pedagang saja (pemilik kios),” kata Mudasir di lokasi.
Dia mengatakan, untuk pengamanan lokasi pasar, sudah dibentuk Pengamanan Swakarsa Pedagang. Anggotanya berjumlah 40 orang. Mereka melakukan patroli mengamankan kios – kios sejak pukul 18.00 WIB sampai 06.00 WIB tiap harinya.
Meski menduga kebakaran pasar itu karena korsleting listrik, Mudasir menyebut untuk hasil pasti menunggu pemeriksaan polisi. Dia berharap, dalam kurun waktu 2 sampai 3 hari ke depan, aktivitas pasar bisa kembali normal.
“Kalau fisik bangunan masih utuh, karena kerangka besi semua. Hanya saja listrik masih padam,” ungkapnya.
Dia mengatakan, sebagai upaya pengamanan petugas Pam Swakarsa secara rutin meningkatkan patroli untuk pengecekan. Sementara itu, di kawasan Pasar Yaik Baru, pada Minggu juga terlihat disiagakan sebuah mobil pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran Kota Semarang.
(sms)