Penyidik Polda ke Australia untuk Dalami Sejarah Mirna-Jessica
Sabtu, 27 Februari 2016 - 23:33 WIB
Penyidik Polda ke Australia untuk Dalami Sejarah Mirna-Jessica
A
A
A
JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya mendalami sejarah pertemanan dan peristiwa pendahuluan antara Wayan Mirna Salihin dengan Jessica Kumala Wongso selama berada di Australia.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti mengatakan, enam penyidik telah berada di Australia guna mencari bukti-bukti terbaru terkait kasus kematian Wayan Mirna Salihin.
"Penyidik ke Australia menyelesaikan koordinasi dan telah disetujui oleh pemerintah Austalia dengan bantuan penuh AFP kita bisa melakukan penyitaan dan penggeledahan," kata Krishna kepada wartawan, Sabtu (27/2/2016).
Krishna melanjutkan, pihaknya menggunakan mutual legal asistance, dengan adanya approval dari Minister of Justice itu penyidik berangkat dengan visa yang mendukung dan melakukan kegiatan penyidikan.
"Full support dari AFP dengan saksi yang penting, bila diperlukan melakukan penyitaan terhadap petunjuk dan barang bukti. Insya Allah hasilnya luar biasa. Apabila P19 akan ditambahkan berkas ke kejaksaan. Itu untuk memperbaiki dan penyempurnaan berkas akan dibuka di pengadilan. Masih berlangsung sampai saat ini," paparnya.
Krishna mengungkapkan, kepergian penyidik ke Australia untuk mengetahui rekam jejak persahabatan Mirna dan Jessica sewaktu kuliah di Negeri Kanguru itu. "Kita mencari sejarah pertemanan, peristiwa pendahuluan ada di Australia. Bagus sekali menambah keyakinan kami untuk sidang di pengadilan dan meyakinkan JPU," ungkapnya.
Selain mencari sejarah pertemanan Jessica, penyidik juga memeriksa tempat kerja Jessica. Mengenai sidang praperadilan Jessica yang akan memasuki pembacaan keputusan, Krishna menjawab pihaknya menuggu hasil sidang tersebut.
Sebelumnya, Krishna Murti mengaku baru pulang dari Australia untuk melakukan negosiasi dengan Kepala Australian Federal Police. Negosiasi itu untuk menindaklanjuti kematian Wayan Mirna Salihin guna menemukan bukti yang signifikan.(Baca: Dari Australia, Krishna: Kasus Mirna Ada Perkembangan Signifikan)
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti mengatakan, enam penyidik telah berada di Australia guna mencari bukti-bukti terbaru terkait kasus kematian Wayan Mirna Salihin.
"Penyidik ke Australia menyelesaikan koordinasi dan telah disetujui oleh pemerintah Austalia dengan bantuan penuh AFP kita bisa melakukan penyitaan dan penggeledahan," kata Krishna kepada wartawan, Sabtu (27/2/2016).
Krishna melanjutkan, pihaknya menggunakan mutual legal asistance, dengan adanya approval dari Minister of Justice itu penyidik berangkat dengan visa yang mendukung dan melakukan kegiatan penyidikan.
"Full support dari AFP dengan saksi yang penting, bila diperlukan melakukan penyitaan terhadap petunjuk dan barang bukti. Insya Allah hasilnya luar biasa. Apabila P19 akan ditambahkan berkas ke kejaksaan. Itu untuk memperbaiki dan penyempurnaan berkas akan dibuka di pengadilan. Masih berlangsung sampai saat ini," paparnya.
Krishna mengungkapkan, kepergian penyidik ke Australia untuk mengetahui rekam jejak persahabatan Mirna dan Jessica sewaktu kuliah di Negeri Kanguru itu. "Kita mencari sejarah pertemanan, peristiwa pendahuluan ada di Australia. Bagus sekali menambah keyakinan kami untuk sidang di pengadilan dan meyakinkan JPU," ungkapnya.
Selain mencari sejarah pertemanan Jessica, penyidik juga memeriksa tempat kerja Jessica. Mengenai sidang praperadilan Jessica yang akan memasuki pembacaan keputusan, Krishna menjawab pihaknya menuggu hasil sidang tersebut.
Sebelumnya, Krishna Murti mengaku baru pulang dari Australia untuk melakukan negosiasi dengan Kepala Australian Federal Police. Negosiasi itu untuk menindaklanjuti kematian Wayan Mirna Salihin guna menemukan bukti yang signifikan.(Baca: Dari Australia, Krishna: Kasus Mirna Ada Perkembangan Signifikan)
(whb)