Ini Dia Motif Pembunuhan Mirna versi Sang Ayah
Rabu, 24 Februari 2016 - 23:11 WIB
Ini Dia Motif Pembunuhan Mirna versi Sang Ayah
A
A
A
JAKARTA - Ayah Wayan Mirna Salihin, Edi Darmawan Salihin menduga kuat motif pembunuhan anaknya dilatarbelakangi dendam dan sakit hati yang mendalam. Dalam kasus ini polisi telah menetapkan Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka pembunuhan.
”Banyak yang baru dan ada lagi nih hal lain yang baru kita akan jelaskan. Seperti sakit hati karena Mirna menasehati Jessica, yang diduga membuat hubungan dia (Jessica) dengan si orang bulenya (Patrick) itu terganggu,” kata Darmawan kepada wartawan, Rabu (24/2/2016).
Mirna, lanjut Darmawan, diduga kerap menasehati Jessica terkait gaya hidup Jessica bersama Patrick di Australia.
”Dasarnya mungkin Mirna pingin ngobrol-ngobrol (menasehati). Tapi ya jangan main bunuh-bunuh dong. Maksudnya Mirna kan ngasih tahu atau menasehati, namanya orang timur ya kan. Dia (Jessica) enggak terima dan dipendam. Makanya Jessica ada motif membunuh Mirna,” tambahnya.
Darmawan mengaku, Patrick kooperatif terkait kasus pembunuhan Mirna. ”Patrick kooperatif dan mau memberi tahu. Kira-kira seperti itu lho barangkali. Ini saja polisi Autralia sampai turun tangan lho. Ya polisi kan punya bukti. Nggak ada orang lain selain Jessica yang membelikan Mirna kopi di kafe itu,” tegasnya.
Terkait hasil rekaman kamera pengintai (closed circuit television/CCTV) di kafe Olivier, Jakarta Pusat, menurutnya, akan ditayangkan di pengadilan selanjutnya.
”Terlihat itu (CCTV) dia (Jessica) membelikan kopi untuk Mirna. Nanti juga ditayangkan di pengadilan. Om sih enggak sembarangan nuduh orang. Ini fakta semua,” tutupnya. Terkait kasus ini, pihak Jessica masih melakukan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.
”Banyak yang baru dan ada lagi nih hal lain yang baru kita akan jelaskan. Seperti sakit hati karena Mirna menasehati Jessica, yang diduga membuat hubungan dia (Jessica) dengan si orang bulenya (Patrick) itu terganggu,” kata Darmawan kepada wartawan, Rabu (24/2/2016).
Mirna, lanjut Darmawan, diduga kerap menasehati Jessica terkait gaya hidup Jessica bersama Patrick di Australia.
”Dasarnya mungkin Mirna pingin ngobrol-ngobrol (menasehati). Tapi ya jangan main bunuh-bunuh dong. Maksudnya Mirna kan ngasih tahu atau menasehati, namanya orang timur ya kan. Dia (Jessica) enggak terima dan dipendam. Makanya Jessica ada motif membunuh Mirna,” tambahnya.
Darmawan mengaku, Patrick kooperatif terkait kasus pembunuhan Mirna. ”Patrick kooperatif dan mau memberi tahu. Kira-kira seperti itu lho barangkali. Ini saja polisi Autralia sampai turun tangan lho. Ya polisi kan punya bukti. Nggak ada orang lain selain Jessica yang membelikan Mirna kopi di kafe itu,” tegasnya.
Terkait hasil rekaman kamera pengintai (closed circuit television/CCTV) di kafe Olivier, Jakarta Pusat, menurutnya, akan ditayangkan di pengadilan selanjutnya.
”Terlihat itu (CCTV) dia (Jessica) membelikan kopi untuk Mirna. Nanti juga ditayangkan di pengadilan. Om sih enggak sembarangan nuduh orang. Ini fakta semua,” tutupnya. Terkait kasus ini, pihak Jessica masih melakukan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.
(poe)