Tak Hanya Pakai PSK Kalijodo, Tamu Asing Juga Edarkan Sabu
Senin, 22 Februari 2016 - 11:48 WIB
Tak Hanya Pakai PSK Kalijodo, Tamu Asing Juga Edarkan Sabu
A
A
A
JAKARTA - Kedatangan tamu-tamu asing asal negara dari Benua Afrika di Kalijodo tak hanya sekedar menggunakan jasa PSK. Para tamu ini pun kerap mengedarkan dan mengonsumsi sabu di dalam diskotik tersebut.
Salah seorang warga berinisial A (57) mengatakan, selain tempat prostitusi dan perjudian kawasan Kalijodo juga terkenal sebagai sarang narkoba. A pun menduga sabu yang beredar di Kalijodo memiliki kualitas nomor satu karena berasal dari luar negeri.
"Pengendarnya ya itu orang-orang dari Afrika. Mereka ke sini enggak hanya pakai PSK saja, tapi juga mengedarkan dan mengonsumsi sabu," kata pria yang sudah 54 tahun tinggal di Kalijodo tersebut kepada Sindonews, Senin (22/22016).
Mneurut A, para pengedar membawa sabu tersebut ke diskotik, kafe maupun Wisma. Mereka beraksi saat diskotek masih beroperasi, terkadang sabu itu langsung di konsumsi saat diskotik masih beroperasi.
"Ada pula menunggu jam operasonal diskotik berakhir sekitar pukul 03.00-04.00 WIB lah mereka memakai di dalam diskotik. Pintu lapis duanya ditutup," terangnya.
A pun menegaskan, jangan heran hampir diseluruh kafe maupun wisma Kalijodo menggunakan pintu lapis dua guna mengamankan acara pesta narkoba maupun pesta seks itu. Ketika petugas hendak melakukan razia, mereka langsung membuang atau menyimpan barang bukti yang ada ke tempat rahasia.
Salah seorang warga berinisial A (57) mengatakan, selain tempat prostitusi dan perjudian kawasan Kalijodo juga terkenal sebagai sarang narkoba. A pun menduga sabu yang beredar di Kalijodo memiliki kualitas nomor satu karena berasal dari luar negeri.
"Pengendarnya ya itu orang-orang dari Afrika. Mereka ke sini enggak hanya pakai PSK saja, tapi juga mengedarkan dan mengonsumsi sabu," kata pria yang sudah 54 tahun tinggal di Kalijodo tersebut kepada Sindonews, Senin (22/22016).
Mneurut A, para pengedar membawa sabu tersebut ke diskotik, kafe maupun Wisma. Mereka beraksi saat diskotek masih beroperasi, terkadang sabu itu langsung di konsumsi saat diskotik masih beroperasi.
"Ada pula menunggu jam operasonal diskotik berakhir sekitar pukul 03.00-04.00 WIB lah mereka memakai di dalam diskotik. Pintu lapis duanya ditutup," terangnya.
A pun menegaskan, jangan heran hampir diseluruh kafe maupun wisma Kalijodo menggunakan pintu lapis dua guna mengamankan acara pesta narkoba maupun pesta seks itu. Ketika petugas hendak melakukan razia, mereka langsung membuang atau menyimpan barang bukti yang ada ke tempat rahasia.
(whb)