Hadapi Masalah Ibu Kota, Muspida DKI Lakukan Apel Gabungan
Rabu, 17 Februari 2016 - 10:35 WIB
Hadapi Masalah Ibu Kota, Muspida DKI Lakukan Apel Gabungan
A
A
A
JAKARTA - Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) DKI Jakarta melakukan apel gabungan untuk mengatasi permasalahan yang ada di Ibu Kota. Apel ini diikuti oleh Kodam Jaya, Polri dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur.
Inspektur Upacara Marsda Yuyu Yutisna dalam amanat upacaranya mengatakan, apel tersebut bentuk koordinasi yang baik antara beberapa unsur yang ada di Ibu Kota, seperti TNI, Polri dan Pemprov.
Untuk mengatasi masalah rutin Ibu Kota itu, menurutnya, memerlukan kesadaran dari masyarakat Jakarta agar lebih peduli lagi terhadap lingkungan.
"Agar masalah tersebut tidak terulang lagi, maka dibutuhkan langkah konkret, yaitu menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli lagi terhadap lingkungan," kata Yuyu di Makodam Jaya, Rabu, (17/2/2016).
Yuyu menambahkan, dalam hal pemberantasan narkoba, pihaknya akan siap memotong rantai peredaran gelap narkoba. Siapapun yang terlibat dalam peredaran narkoba akan ditindak tegas tanpa terkecuali.
"Selain itu ada juga permasalahan seperti peredaran Narkoba, kita juga akan memberantas habis yang berani bermain-main dengan narkoba, terutama jika itu terjadi dikalangan para aparat," tegasnya.
Masalah selanjutnya yang terjadi di Ibu Kota yang juga harus ditangani adalah ISIS, yang beberapa waktu lalu menebar aksi teror di Jakarta. Menurutnya, masalah ISIS juga masalah yang cukup serius karena menyangkut kesatuan Indonesia
"Saat ini juga berkembang gerakan radikal ISIS, ini sudah bahkan ini juga sudah menjalar ke daerah-daerah. Ini sangat berbahaya dan perlu diwaspadai oleh masyarakat, ini mengancam RI. Karena ideologinya bertentangan dengan Pancasila," tambahnya.
Yuyu juga menyinggung terkait aliran sesat Gafatar yang sempat meresahkan masyarakat Indonesia. "Kami juga harus waspada. Karena baru-baru ini juga timbul Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang meresahkan masyarakat karena mengajarkan cara-cara yang berbeda dengan islam yang ada di masyarakat," tutupnya.
Apel koordinasi ini dihadiri oleh Pangdam Jaya, Mayjend TNI Teddy Lhaksmana, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Nandang Jumantara, Pangkostrad Letjend Edy Rahmayadi, dan ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, dan aparat Pemprov DKI Jakarta.
PILIHAN:
Ahok Sebut Lantai 7 Alexis Merupakan Surga Dunia
Inspektur Upacara Marsda Yuyu Yutisna dalam amanat upacaranya mengatakan, apel tersebut bentuk koordinasi yang baik antara beberapa unsur yang ada di Ibu Kota, seperti TNI, Polri dan Pemprov.
Untuk mengatasi masalah rutin Ibu Kota itu, menurutnya, memerlukan kesadaran dari masyarakat Jakarta agar lebih peduli lagi terhadap lingkungan.
"Agar masalah tersebut tidak terulang lagi, maka dibutuhkan langkah konkret, yaitu menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli lagi terhadap lingkungan," kata Yuyu di Makodam Jaya, Rabu, (17/2/2016).
Yuyu menambahkan, dalam hal pemberantasan narkoba, pihaknya akan siap memotong rantai peredaran gelap narkoba. Siapapun yang terlibat dalam peredaran narkoba akan ditindak tegas tanpa terkecuali.
"Selain itu ada juga permasalahan seperti peredaran Narkoba, kita juga akan memberantas habis yang berani bermain-main dengan narkoba, terutama jika itu terjadi dikalangan para aparat," tegasnya.
Masalah selanjutnya yang terjadi di Ibu Kota yang juga harus ditangani adalah ISIS, yang beberapa waktu lalu menebar aksi teror di Jakarta. Menurutnya, masalah ISIS juga masalah yang cukup serius karena menyangkut kesatuan Indonesia
"Saat ini juga berkembang gerakan radikal ISIS, ini sudah bahkan ini juga sudah menjalar ke daerah-daerah. Ini sangat berbahaya dan perlu diwaspadai oleh masyarakat, ini mengancam RI. Karena ideologinya bertentangan dengan Pancasila," tambahnya.
Yuyu juga menyinggung terkait aliran sesat Gafatar yang sempat meresahkan masyarakat Indonesia. "Kami juga harus waspada. Karena baru-baru ini juga timbul Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang meresahkan masyarakat karena mengajarkan cara-cara yang berbeda dengan islam yang ada di masyarakat," tutupnya.
Apel koordinasi ini dihadiri oleh Pangdam Jaya, Mayjend TNI Teddy Lhaksmana, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Nandang Jumantara, Pangkostrad Letjend Edy Rahmayadi, dan ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, dan aparat Pemprov DKI Jakarta.
PILIHAN:
Ahok Sebut Lantai 7 Alexis Merupakan Surga Dunia
(mhd)