Disuruh Baca Alfatihah 11 Orang Pemalak Menangis

Kamis, 11 Februari 2016 - 03:06 WIB
Disuruh Baca Alfatihah...
Disuruh Baca Alfatihah 11 Orang Pemalak Menangis
A A A
PALEMBANG - Sebanyak 11 juru parkir liar yang merangkap sebagai pemalak ditangkap aparat Polsekta Ilir Timur (IT) II Palembang. Sebanyak 11 preman tersebut ditangkap di seputaran Palembang Square, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Beringin Janggut Palembang, di bawah Jembatan Ampera dan di depan Pusat Perbelanjaan Megaria, Rabu (10/2/2016) petang.

Bahkan, dua di antaranya merupakan remaja yang masih berstatus sebagai pelajar. Setelah didata, sebelas pemalak tersebut disuruh berbaris di halaman Mapolsek untuk dikenakan sanksi. Saat disuruh untuk menyebutkan Pancasila, sebelas orang yang diduga preman ini justru tak hafal.

Sanksi tersebut akhirnya diubah. Mereka diperintahkan untuk membaca surat Alfatihah dan belajar salat. Satu di antara pemalak ditunjuk menjadi pengajarnya, karena pemalak tersebut mengaku alumni dari salah satu pondok pesantren di Sumsel.

Kejadian sebelumnya lagi-lagi terjadi. Karena rata-rata pemalak yang terjaring tersebut juga tak hafal Surat Alfatihah yang diinstruksikan. Alhasil, petugas harus berkali-kali menyuruh mengulang kembali.

Lucunya, salah satu dari pemalak yang diketahui bernama Rifki malah menangis saat Kapolsek mencecarnya dengan pertanyaan yang berkaitan dengan agama. "Saya salat pak. Tapi hanya salat Jumat saja. Saya tidak akan jadi pemalak lagi," ucapnya.

Usai belajar surat Alfatihah dan salat, 11 pemalak ini mengikuti renungan suci. Sambil tertunduk, beberapa di antaranya meneteskan air mata karena menyesali perbuatannya.

Kapolsek Ilir Timur I Palembang Kompol Zulkarnain mengungkapkan, pihaknya sengaja memberikan sanksi tersebut sebagai peringatan tentang pentingnya ibadah. "Batin mereka kosong, jarang ibadah, ada yang tidak pernah sama sekali. Ini yang kita ingatkan, biar mereka sadar," katanya.

Setelah menjalani sanksi, 11 orang ini harus menginap sementara di Mapolsek sampai nanti ada keluarga yang menjaminnya. "Keluarga mereka akan kita panggil. Jika berani menjaminnya baru akan kita lepaskan. Tapi kita akan terus pantau mereka," tukasnya.
(hyk,whb)
Berita Terkait
Waspada, Kriminalitas...
Waspada, Kriminalitas Intai Pesepeda
Kriminalitas Jalanan...
Kriminalitas Jalanan Picu Ketakutan Masyarakat
Saatnya Deteksi Dini...
Saatnya Deteksi Dini Kriminalitas Remaja
Pandemi Membuat Anomali...
Pandemi Membuat Anomali Kriminalitas Jelang Ramadan
Waspada Penipuan, Kriminalitas...
Waspada Penipuan, Kriminalitas Digital Terus Mengintai
Jangan Acuhkan Potensi...
Jangan Acuhkan Potensi Kasus Kriminalitas Jalanan
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
3 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
3 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
3 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
4 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
5 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
7 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved