Ada Bendera ISIS, Polisi Geledah Rumah di Ciamis
Sabtu, 23 Januari 2016 - 03:41 WIB
Ada Bendera ISIS, Polisi Geledah Rumah di Ciamis
A
A
A
CIAMIS - Sebuah rumah milik berinisial AS di Dusun Bantar, Desa Sukaharja, Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, digeledah aparat kepolisian. Penggeledahan ini dilakukan karena diduga AS merupakan simpatisan Islam State of Iraq and Syiria (ISIS).
Salah seorang warga sekitar, Agus Rusad menuturkan, warga curiga bila AS merupakan simpatisan ISIS. Pasalnya, saat diminta AS untuk menggali sumur, tidak sengaja melihat lambang ISIS.
Selain itu warga juga menemukan sebuah karung berisi empat bendera ISIS serta beberapa baju kaus berlambang ISIS yang tersimpan dibelakang rumah.
Berdasarkan bukti tersebut akhirnya warga melaporkannya kepada kepolisian. Agus menuturkan, AS merupakan pendatang yang menikah dengan warga sekitar bernama Een Jaenah."Baru enam bulan terakhir ini tingga di desa kita," kata Agus.
Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Rolan Olaf Ferdinan menjelaskan, penggeledahan rumah AS berdasar laporan dari masyarakat setempat. "Ada beberapa buku bacaan yang kita sita. “Kita tidak bisa memberikan keterangan lebih banyak terkait dengan apa dan sebagainya, karena masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
Salah seorang warga sekitar, Agus Rusad menuturkan, warga curiga bila AS merupakan simpatisan ISIS. Pasalnya, saat diminta AS untuk menggali sumur, tidak sengaja melihat lambang ISIS.
Selain itu warga juga menemukan sebuah karung berisi empat bendera ISIS serta beberapa baju kaus berlambang ISIS yang tersimpan dibelakang rumah.
Berdasarkan bukti tersebut akhirnya warga melaporkannya kepada kepolisian. Agus menuturkan, AS merupakan pendatang yang menikah dengan warga sekitar bernama Een Jaenah."Baru enam bulan terakhir ini tingga di desa kita," kata Agus.
Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Rolan Olaf Ferdinan menjelaskan, penggeledahan rumah AS berdasar laporan dari masyarakat setempat. "Ada beberapa buku bacaan yang kita sita. “Kita tidak bisa memberikan keterangan lebih banyak terkait dengan apa dan sebagainya, karena masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
(whb)