PDAM Jaya Belum Siap Kelola Air Bersih

Jum'at, 22 Januari 2016 - 03:31 WIB
PDAM Jaya Belum Siap...
PDAM Jaya Belum Siap Kelola Air Bersih
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta belum siap mengelola air bersih tanpa adanya bantuan perusahaan swasta. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jaya tetap akan bekerja sama dengan swasta meski kontrak kerja sama habis pada 2023 mendatang.

Direktur Utama PDAM Jaya Erlan Hidayat mengatakan, dalam Peraturan Presiden yang baru keluar akhir tahun lalu mengenai pengelolaan air harus dilakukan oleh negara tidak bisa dilakukan begitu saja. Sebab, air adalah sumber kehidupan yang didalamnya ada hak dan kewajiban.

Artinya, meskipun pada 2023 nanti PDAM menjadi leading sektor pengelolaan air, kerja sama dengan swasta tidak bisa dilakukan.
"Kami tidak siap bila disuruh mengelola sendiri dalam waktu dekat ini. Kalau saya kelola sendiri, pasti mati. Jadi kami butuh waktu, keinginan ada," kata Erlan dalam Workshop Palyja, Kamis 20 Januari 2016 kemarin.

Erlan menjelaskan, selama hampir 18 tahun, PDAM hanya duduk dan tidak mengoperasikan apa-apa. Pengelolaan jaringan hingga sampai ke pelanggan diserahkan kepada kedua operator PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta.

Sehingga, lanjut Erlan, apabila nantinya setelah kontrak dengan kedua operator diputus pada 2023, PDAM tetap akan bekerja sama dengan mereka. Misalnya, bila PDAM sudah masuk mengambil alih dalam pengelolaan dan pelanggan, Palyja dan Aetra nanti akan mengurus pipanya.

Atau bisa saja nanti dalam pembangunan waterplant yang dikerjakan oleh PDAM dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Palyja dan Aetra bisa diminta bantuan menambah pipa jaringanya.

Staf Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Firdaus Ali menambahkan, untuk membangun infrastruktur pengelolaan air bersih memang membutuhkan biaya mahal. Untuk itu, pemerintah pusat harus turun tangan membantu melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN)-nya.

Nantinya, kata Firdaus, BUMN dan BUMD bersatu untuk mengelola air bersih dan melayani kebutuhan air masyarakat. Namun, apabila memang ingin dikerjasamakan dengan swasta, keduanya harus mendapatkan keuntungan yang sama. Jangan sampai peristiwa matinya PDAM selama 18 tahun ini terulang kembali.

"Jakarta sudah kiris air sejak 1998. Selama ini PDAM menyerahkan sepenuhnya ke swasta. Ini hanya persoalan kemauan saja," tegasnya.
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Bangunan Bertingkat Sedot Air Tanah
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Subsidi Air Bersih agar Harga Terjangkau Masyarakat
Atasi Krisis Air, Pemprov...
Atasi Krisis Air, Pemprov DKI Diminta Fokus Kendalikan Penduduk
Kadar Amonia Kali Krukut...
Kadar Amonia Kali Krukut Tinggi, Layanan Air Bersih di Cilandak Terganggu
Cakupan Layanan Air...
Cakupan Layanan Air Bersih di Jakarta Baru 66%
Besok, Pasokan Air Bersih...
Besok, Pasokan Air Bersih untuk Jakarta Barat, Pusat, Utara dan Selatan Alami Gangguan
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
8 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
8 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
9 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
9 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
11 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
12 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved