Kadar Amonia Kali Krukut Tinggi, Layanan Air Bersih di Cilandak Terganggu
Kamis, 02 Juli 2020 - 16:37 WIB
loading...
Layanan air baku IPA Cilandak, Jakarta Selatan mengalami degradasi karena meningkatnya kadar amonia.Foto/Ilustrasi/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Layanan air baku IPA Cilandak, Jakarta Selatan mengalami degradasi karena meningkatnya kadar amonia. Sejumlah layanan di sekitar Cilandak diminta untuk melakukan penghematan air.
Corporate Communications & Social Responsibilities Division Head PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), Lydia Astriningworo mengatakan, memasuki musim kemarau, kualitas air Kali Krukut yang merupakan sumber air baku IPA Cilandak mengalami degradasi karena meningkatnya kadar amonia yang tidak sesuai dengan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No 582/1995 tentang Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Air Sungai/Badan Air serta Baku Mutu Limbah Cair di Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Untuk menjaga kualitas air bersih ke pelanggan, lanjut Lydia, IPA Cilandak menurunkan suplai air bersihnya dari 400 lps menjadi 200 lps dan menambahkan 100 lps dari Distribution Control Reservoir (DCR) 5 di Lebak Bulus, Jakarta Selatan dan 100 lps dari IPA Pejompongan untuk mengkompensasi kekurangannya.
"Selama kualitas air baku dari Kali Krukut masih belum memenuhi standar, suplai air bersih dari IPA Cilandak ke pelanggan berpotensi terganggu. PALYJA mengimbau pelanggan agar selalu menampung air, menghemat penggunaan air dan tidak mencampur air perpipaan dengan air tanah," kata Lydia dalam siaran tertulisnya, Kamis (2/7/2020).
Adapun wilayah yang terkena dampak adalah sebagai berikut; Ragunan, Pasar Minggu, Manggarai Selatan, Kalibata, Gandaria Utara, Tebet Timur, Kebon Baru, Manggarai, Menteng Dalam, Cilandak Barat, Lebak Bulus, Melawai, Pejaten Barat, Cipete Selatan, Kebagusan, Tanjung Barat, Pondok Pinang, Pela Mampang, Bukit Duri, Pejaten Timur, Pulo, Tebet Barat, Rawa Jati, Gandaria Selatan, dan Petogogan.
Corporate Communications & Social Responsibilities Division Head PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), Lydia Astriningworo mengatakan, memasuki musim kemarau, kualitas air Kali Krukut yang merupakan sumber air baku IPA Cilandak mengalami degradasi karena meningkatnya kadar amonia yang tidak sesuai dengan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No 582/1995 tentang Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Air Sungai/Badan Air serta Baku Mutu Limbah Cair di Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Untuk menjaga kualitas air bersih ke pelanggan, lanjut Lydia, IPA Cilandak menurunkan suplai air bersihnya dari 400 lps menjadi 200 lps dan menambahkan 100 lps dari Distribution Control Reservoir (DCR) 5 di Lebak Bulus, Jakarta Selatan dan 100 lps dari IPA Pejompongan untuk mengkompensasi kekurangannya.
"Selama kualitas air baku dari Kali Krukut masih belum memenuhi standar, suplai air bersih dari IPA Cilandak ke pelanggan berpotensi terganggu. PALYJA mengimbau pelanggan agar selalu menampung air, menghemat penggunaan air dan tidak mencampur air perpipaan dengan air tanah," kata Lydia dalam siaran tertulisnya, Kamis (2/7/2020).
Adapun wilayah yang terkena dampak adalah sebagai berikut; Ragunan, Pasar Minggu, Manggarai Selatan, Kalibata, Gandaria Utara, Tebet Timur, Kebon Baru, Manggarai, Menteng Dalam, Cilandak Barat, Lebak Bulus, Melawai, Pejaten Barat, Cipete Selatan, Kebagusan, Tanjung Barat, Pondok Pinang, Pela Mampang, Bukit Duri, Pejaten Timur, Pulo, Tebet Barat, Rawa Jati, Gandaria Selatan, dan Petogogan.
Lihat Juga :