PDIP Gali Sejarah Kerajaan Kotawaringin dalam Revolusi

Rabu, 20 Januari 2016 - 00:26 WIB
PDIP Gali Sejarah Kerajaan...
PDIP Gali Sejarah Kerajaan Kotawaringin dalam Revolusi
A A A
PANGKALANBUN - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berencana menggali sejarah dan peran Kerajaan Kotawaringin dalam mendukung Kemerdekaan Republik Indonesia.

Raja Kerajaan Kotawaringin Pangeran Ratu Alamsyah (Sultan XIV/Terakhir) adalah raja pertama dari Kalimantan yang datang menemui Presiden Soekarno di Yogyakarta pada akhir tahun 1949 untuk memberi dukungan terhadap NKRI.

Padahal saat itu Belanda sedang melakukan agresi militer. Foto pertemuan Pangeran Ratu Alamsyah dengan Presiden Soekarno saat itu masih tersimpan dengan rapi di kediaman Pangeran Muasjidinsyah, Pangkalanbun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Kerajaan Kotawaringin ternyata cikal bakal Provinsi Kalimantan Tengah. Kerajaan Kotawaringin mempunyai peran penting dalam kemerdekaan Indonesia," kata Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristyanto, Selasa (19/1/2016).

Hasto menegaskan, PDIP akan menggali dan meluruskan sejarah bangsa Indonesia. Karena itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri selalu meminta kepada seluruh kadernya untuk tidak melupakan sejarah.

Selain itu, dalam silaturahmi tersebut Hasto Kristyanto menyampaikan komitmen Megawati dan PDIP kepada Pangeran Muasjidinsyah untuk membuat kebun raya dan kebun binatang di Kalteng.

“Ibu Megawati sangat mencintai lingkungan hidup. Karena itu, dalam pemilu gubernur Kalteng, PDI Perjuangan mengusung calon yang juga cinta lingkungan hidup, pasangan Willy M Yoseph-HM Wahyudi K Anwar,” katanya.

Dalam silaturahmi yang berlangsung santai dan sangat akrab tersebut, Hasto didampingi Ketua DPP PDIP bidang Kesehatan Ibu dan Anak Sri Rahayu, Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kotawaringin Barat Mulyadin dan sejumlah kader PDIP Pangkalanbun.

Pangeran Muasjidinsyah sendiri adalah penggemar dan penggagum Bung Karno. Dalam berbagai kesempatan resmi, dia selalu mengenakan PIN bergambar Presiden Soekarno di kerah bajunya.

Menurutnya, Presiden Soekarno sangat visioner dalam mendirikan negara Indonesia. “NKRI, Kesatuan ya, bukan yang lain-lain. Itu karena dia bersatukan semua kerajaan-kerajaan, kesultanan-kesultanan. Ingat ya, Jas Merah!” tegasnya.

Kepada calon kepala daerah yang diusung PDIP dalam Pilkada Kalteng Willy-Wahyudi, dia berharap bisa sejalan dengan kebijakan politik partai.

Pangeran Muasdijinsyah sangat mendukung upaya PDIP untuk membangun kebun raya dan kebun binatang di Kalteng jika Willy-Wahyudi terpilih jadi Gubernur-Wakil Gubernur Kalteng.
(san)
Berita Terkait
Maruarar: Mega dan Hasto...
Maruarar: Mega dan Hasto Terbukti Catatkan Sejarah Kemenangan PDIP
Refleksi Kudatuli, Milenial...
Refleksi Kudatuli, Milenial Harus Belajar dari Sejarah
Momentum HUT RI, Megawati...
Momentum HUT RI, Megawati Minta Cakada Sadar Sejarah
Cerita Airlangga tentang...
Cerita Airlangga tentang Sejarah Panjang Golkar dengan PDIP
Gerah dengan Cuitan...
Gerah dengan Cuitan Budiman Sudjatmiko, Tengku Zul: Enggak Belajar Sejarah Ya?
Penjelasan PDIP Soal...
Penjelasan PDIP Soal Gatot Pertanyakan Banyak Patung Soekarno tapi Patung Soeharto Hilang
Berita Terkini
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
42 menit yang lalu
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
1 jam yang lalu
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
2 jam yang lalu
Komitmen Perkuat UMKM...
Komitmen Perkuat UMKM dan Lapangan Kerja, Bupati Rudy Susmanto Raih Penghargaan Nasional!
3 jam yang lalu
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Polda Metro: Tak Serta Merta Penyidikan Jadi Tidak Sah
3 jam yang lalu
Bea Cukai Priok Musnahkan...
Bea Cukai Priok Musnahkan BDN dan BTD, Selesaikan Masalah Kontainer Longstay
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved