Alasan Warga Kedungwungu Terima Jenazah Ahmad Muhazan
Selasa, 19 Januari 2016 - 18:15 WIB
Alasan Warga Kedungwungu Terima Jenazah Ahmad Muhazan
A
A
A
INDRAMAYU - Masyarakat Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akhirnya menerima kedatangan jenazah Ahmad Muhazan, terduga pelaku bom di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta.
Meski ada pro dan kontra, akhirnya pemerintah desa dalam rapat yang digelar Selasa (19/1/2016) ini menyepakati untuk menerima kedatangan jenazah Ahmad Muhazan meski dengan sejumlah catatan.
Tokoh ulama Desa Kedungwungu Mustofa mengatakan, dalam pembahasan tersebut muncul empat petisi di antaranya menerima kedatangan jenazah Ahmad Muhazan dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan.
Kedua, mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh Ahmad Muhazan dalam aksi bom Sarinah Jakarta.
Ketiga, meminta permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat luas, atas nama masyarakat Desa Kedungwungu, atas tindakan salah satu warganya dalam insiden bom sarinah Jakarta yang mengakibatkan sejumlah korban jiwa dan korban luka-luka.
Keempat, membantu pemerintah daerah dan aparat kepolisian dalam menangkal ajaran radikalisme di desa setempat.
"Pertimbangan untuk menerima jenazah Ahmad Muhazan dikarenakan faktor-faktor kemanusiaan, meski secara tindakan kami mengutuk keras," kata dia.
Miftah Khariri (30), sahabat Ahmad Muhazan meminta kepada masyarakat Desa Kedungwungu untuk memaafkan Ahmad Muhazan sebagai seorang manusia yang banyak kesalahan dan dosa.
"Atas nama keluarga, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat Desa kedungwungu atas tindakan yang dilakukan Ahmad Muhazan. Kami mengerti dengan sikap penolakan yang dilakukan sejumlah kelompok masyarakat di desa," kata dia.
Pemulangan jenazah Ahmad Muhazan menunggu perkembangan dari Mabes Polri.
Meski ada pro dan kontra, akhirnya pemerintah desa dalam rapat yang digelar Selasa (19/1/2016) ini menyepakati untuk menerima kedatangan jenazah Ahmad Muhazan meski dengan sejumlah catatan.
Tokoh ulama Desa Kedungwungu Mustofa mengatakan, dalam pembahasan tersebut muncul empat petisi di antaranya menerima kedatangan jenazah Ahmad Muhazan dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan.
Kedua, mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh Ahmad Muhazan dalam aksi bom Sarinah Jakarta.
Ketiga, meminta permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat luas, atas nama masyarakat Desa Kedungwungu, atas tindakan salah satu warganya dalam insiden bom sarinah Jakarta yang mengakibatkan sejumlah korban jiwa dan korban luka-luka.
Keempat, membantu pemerintah daerah dan aparat kepolisian dalam menangkal ajaran radikalisme di desa setempat.
"Pertimbangan untuk menerima jenazah Ahmad Muhazan dikarenakan faktor-faktor kemanusiaan, meski secara tindakan kami mengutuk keras," kata dia.
Miftah Khariri (30), sahabat Ahmad Muhazan meminta kepada masyarakat Desa Kedungwungu untuk memaafkan Ahmad Muhazan sebagai seorang manusia yang banyak kesalahan dan dosa.
"Atas nama keluarga, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat Desa kedungwungu atas tindakan yang dilakukan Ahmad Muhazan. Kami mengerti dengan sikap penolakan yang dilakukan sejumlah kelompok masyarakat di desa," kata dia.
Pemulangan jenazah Ahmad Muhazan menunggu perkembangan dari Mabes Polri.
(zik)