Keluarga Yakin Suara di Internet Asli Bahrun Naim
Selasa, 19 Januari 2016 - 13:11 WIB
Keluarga Yakin Suara di Internet Asli Bahrun Naim
A
A
A
SOLO - Pihak keluarga kembali angkat bicara menyusul beredarnya suara yang diduga Bahrun Naim di internet. Pihak keluarga menduga kuat bahwa suara itu merupakan asli Bahrun Naim.
Suara orang yang diduga Bahrun Naim beredar pertama kali melalui aplikasi Souncloud. Rekaman suara kemudian disebar melalui Youtube.
Suara diberi teks bahwa Bahrun membantah dirinya dalang teror kawasan Sarinah, di Jalan MH Tamrin Jakarta. Namun, tak ada pernyataan yang dapat menyimpulkan adanya bantahan.
"Lah wong saya jarang online, ada komunikasi, ada komunikasi dari Hongkong apa?" demikian suara dalam rekaman selama enam detik.
Menanggapi hal itu, Dahlan Zaim yang merupakan adik bungsu Bahrun Naim menyatakan bahwa itu 99% seperti suara kakaknya.
Termasuk gaya bicara yang disertai candaan, seperti dari Hongkong merupakan ciri khas Bahrun Naim. Namun suara yang ada di internet hanya dalam hitungan detik.
"Kami menduga masih ada kelanjutan dari suara itu namun terpotong," tandas Dahlan Zaim saat jumpa pers bersama Tim Pengacara Muslim (TPM) di Solo, Selasa (19/1/2016) siang.
Padahal, dirinya juga ingin mengetahui isi rekaman selanjutnya seperti apa dan bukan sekedar bantahan terlibat dalam kasus teror di Jakarta.
Dari keluarga juga menginginkan agar Bahrun Naim bisa keluar dan mengklarifikasi atas tuduhan yang disampaikan. Jika berada di luar negeri, maka diharapkan segera pulang ke Indonesia.
Dalam proses hukum nantinya, keluarg meminta berjalan fair sesuai aturan yang berlaku. Bahrun Naim merupakan anak kedua pasangan Fathurrahman dan Siti Thoyyibah.
Orangtua Bahrun Naim saat ini tinggal di Jalan Indragiri, RT 01 RW 01 Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.
Dahlan Zaim mengaku dari keluarga pernah berkomunikasi dengan kakaknya melalui media sosial. Namun, dirinya tidak ingat kapan komunikasi itu berlangsung karena sudah berlangsung lama sekali.
Komunikasi hanya sebatas antara kakek dengan cucu-cucunya. Keluarga juga tidak mengetahui posisi terakhir Bahrun Naim, istri dan ketiga anaknya, termasuk khabar mengenai keberadaannya di Suriah.
Terakhir kali bertemu, Bahrun Naim hanya pamit pergi tanpa menyebutkan mau ke mana. Selama di rumah, hal yang diperbincangkan merupakan sesuatu yang biasa dan hanya seputar dengan dakwah.
Bahrun Naim sama sekali tidak pernah menyinggung mengenai paham ISIS. Mengenai blog di internet atas nama Bahrun Naim, ia menilai hal itu dapat dimanipulasi.
Dirinya tidak tahu apakah tulisan tulisan di dunia maya dilakukan sendiri oleh Bahrun Naim atau orang lain.
Wakil Ketua Dewan Pembina TPM Achmad Michdan mengatakan, dari orangtua tidak pernah berhubungan dengan keluarga sejak Bahrun Naim pergi meninggalkan rumah.
Meski demikian, keluarga tidak menyakini apa yang dituduhkan bahwa Bahrun Naim menjadi tokoh di balik aksi teror di Thamrin.
Mengenai beredarnya rekaman suara yang berisi bantahan Bahrun Naim, pihaknya telah melakukan konfirmasi dengan berbagai pihak yang dekat dengan Bahrun Naim.
Hasilnya, suara itu dapat diduga benar merupakan Bahrun Naim. Pihaknya berharap Bahrun Naim segera kembali sehingga dapat melakukan klarifikasi yang sebenarnya.
"Tapi dengan catatan, hal-hal yang berkaitan dengan penindakan terorisme dapat dijamin tidak ada tindakan kekerasan di luar prosedur hukum," pungkasnya.
Suara orang yang diduga Bahrun Naim beredar pertama kali melalui aplikasi Souncloud. Rekaman suara kemudian disebar melalui Youtube.
Suara diberi teks bahwa Bahrun membantah dirinya dalang teror kawasan Sarinah, di Jalan MH Tamrin Jakarta. Namun, tak ada pernyataan yang dapat menyimpulkan adanya bantahan.
"Lah wong saya jarang online, ada komunikasi, ada komunikasi dari Hongkong apa?" demikian suara dalam rekaman selama enam detik.
Menanggapi hal itu, Dahlan Zaim yang merupakan adik bungsu Bahrun Naim menyatakan bahwa itu 99% seperti suara kakaknya.
Termasuk gaya bicara yang disertai candaan, seperti dari Hongkong merupakan ciri khas Bahrun Naim. Namun suara yang ada di internet hanya dalam hitungan detik.
"Kami menduga masih ada kelanjutan dari suara itu namun terpotong," tandas Dahlan Zaim saat jumpa pers bersama Tim Pengacara Muslim (TPM) di Solo, Selasa (19/1/2016) siang.
Padahal, dirinya juga ingin mengetahui isi rekaman selanjutnya seperti apa dan bukan sekedar bantahan terlibat dalam kasus teror di Jakarta.
Dari keluarga juga menginginkan agar Bahrun Naim bisa keluar dan mengklarifikasi atas tuduhan yang disampaikan. Jika berada di luar negeri, maka diharapkan segera pulang ke Indonesia.
Dalam proses hukum nantinya, keluarg meminta berjalan fair sesuai aturan yang berlaku. Bahrun Naim merupakan anak kedua pasangan Fathurrahman dan Siti Thoyyibah.
Orangtua Bahrun Naim saat ini tinggal di Jalan Indragiri, RT 01 RW 01 Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.
Dahlan Zaim mengaku dari keluarga pernah berkomunikasi dengan kakaknya melalui media sosial. Namun, dirinya tidak ingat kapan komunikasi itu berlangsung karena sudah berlangsung lama sekali.
Komunikasi hanya sebatas antara kakek dengan cucu-cucunya. Keluarga juga tidak mengetahui posisi terakhir Bahrun Naim, istri dan ketiga anaknya, termasuk khabar mengenai keberadaannya di Suriah.
Terakhir kali bertemu, Bahrun Naim hanya pamit pergi tanpa menyebutkan mau ke mana. Selama di rumah, hal yang diperbincangkan merupakan sesuatu yang biasa dan hanya seputar dengan dakwah.
Bahrun Naim sama sekali tidak pernah menyinggung mengenai paham ISIS. Mengenai blog di internet atas nama Bahrun Naim, ia menilai hal itu dapat dimanipulasi.
Dirinya tidak tahu apakah tulisan tulisan di dunia maya dilakukan sendiri oleh Bahrun Naim atau orang lain.
Wakil Ketua Dewan Pembina TPM Achmad Michdan mengatakan, dari orangtua tidak pernah berhubungan dengan keluarga sejak Bahrun Naim pergi meninggalkan rumah.
Meski demikian, keluarga tidak menyakini apa yang dituduhkan bahwa Bahrun Naim menjadi tokoh di balik aksi teror di Thamrin.
Mengenai beredarnya rekaman suara yang berisi bantahan Bahrun Naim, pihaknya telah melakukan konfirmasi dengan berbagai pihak yang dekat dengan Bahrun Naim.
Hasilnya, suara itu dapat diduga benar merupakan Bahrun Naim. Pihaknya berharap Bahrun Naim segera kembali sehingga dapat melakukan klarifikasi yang sebenarnya.
"Tapi dengan catatan, hal-hal yang berkaitan dengan penindakan terorisme dapat dijamin tidak ada tindakan kekerasan di luar prosedur hukum," pungkasnya.
(nag)