Bahrun Naim Berambisi Jadi Ketua Jaringan ISIS Asia Tenggara
Kamis, 14 Januari 2016 - 22:07 WIB
Bahrun Naim Berambisi Jadi Ketua Jaringan ISIS Asia Tenggara
A
A
A
JAKARTA - Sepak terjak otak dibalik bom di Sarinah, Jakpus ternyata sudah lama bergabung dengan ISIS di Suriah. Bahkan, Muhammad Bahrun Naim sangat berambisi menjadi ketua jaringan ISIS Asia Tenggara.
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian menerangkan, Bahrun Naim pernah ditangkap dan ditahan karena kepemilikan senjata api ilegal. "Atas kepemilikan senjata api ilegal, Naim divonis dua tahun enam bulan," terang Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/1/2016).
Tak lama bebas, sekitar tahun 2014 Naim berangkat ke Suriah. "Setelah bebas Naim bertangkat ke Raqqa, Suriah untuk bergabung dengan ISIS," terangnya.
Dia mengungkapkan, Naim memiliki keinginan untuk menjadi pemimpin ISIS Asia Tenggara dengan membentuk Katibah Nusantara. Katibah Nusantara dibentuk Naim agar dirinya diangkat menjadi salah satu pemimpin jaringan ISIS.
"Dia ingin membentuk Katibah Nusantara yang meliputi Asia Tenggara sehingga dia ingin rancang serangan di indonesia, sehingga supaya dikatakan pemimpin," tandas Tito.
Dia mengungkapkan, Naim juga memiliki keterkaitan dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Santoso Abu Wardah.
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian menerangkan, Bahrun Naim pernah ditangkap dan ditahan karena kepemilikan senjata api ilegal. "Atas kepemilikan senjata api ilegal, Naim divonis dua tahun enam bulan," terang Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/1/2016).
Tak lama bebas, sekitar tahun 2014 Naim berangkat ke Suriah. "Setelah bebas Naim bertangkat ke Raqqa, Suriah untuk bergabung dengan ISIS," terangnya.
Dia mengungkapkan, Naim memiliki keinginan untuk menjadi pemimpin ISIS Asia Tenggara dengan membentuk Katibah Nusantara. Katibah Nusantara dibentuk Naim agar dirinya diangkat menjadi salah satu pemimpin jaringan ISIS.
"Dia ingin membentuk Katibah Nusantara yang meliputi Asia Tenggara sehingga dia ingin rancang serangan di indonesia, sehingga supaya dikatakan pemimpin," tandas Tito.
Dia mengungkapkan, Naim juga memiliki keterkaitan dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Santoso Abu Wardah.
(ysw)