Tembok Pembatas Kereta Roboh, Ini Kata Gubernur Ahok
Selasa, 12 Januari 2016 - 10:42 WIB
Tembok Pembatas Kereta Roboh, Ini Kata Gubernur Ahok
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta warga Jalan Manggarai Selatan 2, RT15/10, Tebet, Jakarta Selatan bertanggung jawab terkait robohnya tembok pembatas rel kereta api kemarin. Karena, robohnya tembok itu diakibatkan gunungan sampah.
"Harusnya masyarakat yang dididik. Sekarang masyarakat yang buang sampah di dalam, sampahnya enggak bisa diambil lagi karena itu kereta api, kami enggak bisa masuk kalau jamnya banyak," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/1/2015).
Meski demikian, kata Ahok, tembok itu adalah milik KAI. Walaupun begitu, sambungnya, Pemprov DKI Jakarta akan menunggu hasil penyidikan dari pihak kepolisian.
"Saya enggak tahu nih ya polisi putuskan gimana. KAI juga enggak pernah menyiapkan temboknya tahan sampah kan," kata mantan anggota Komisi II DPR ini.
Kemudian, Ahok juga mencontohkan sampah yang ada di wilayah Mangga Dua, Jakarta Utara.
"Seperti di Mangga Dua itu. Saya sudah bilang sama lurah, lain kali enggak bisa toleransi. Nah kami juga enggak bisa mengambil sampah di dalam jalur kereta api. Sama kayak kamu ke Mangga dua di dekat Gunung Sahari, ada gang kalau naik kereta api penuh sampah di dalam, jadi dilindas (kereta)," bebernya.
Sekadar diketahui, tembok pembatas rel kereta api di Jalan Manggarai Selatan 2, RT15/10, Tebet, Jakarta Selatan roboh hingga menyebabkan satu orang tewas dan dua korban terluka.
PILIHAN:
Oknum TNI Aniaya Petugas Lebih Baik Ditangani Polisi
"Harusnya masyarakat yang dididik. Sekarang masyarakat yang buang sampah di dalam, sampahnya enggak bisa diambil lagi karena itu kereta api, kami enggak bisa masuk kalau jamnya banyak," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/1/2015).
Meski demikian, kata Ahok, tembok itu adalah milik KAI. Walaupun begitu, sambungnya, Pemprov DKI Jakarta akan menunggu hasil penyidikan dari pihak kepolisian.
"Saya enggak tahu nih ya polisi putuskan gimana. KAI juga enggak pernah menyiapkan temboknya tahan sampah kan," kata mantan anggota Komisi II DPR ini.
Kemudian, Ahok juga mencontohkan sampah yang ada di wilayah Mangga Dua, Jakarta Utara.
"Seperti di Mangga Dua itu. Saya sudah bilang sama lurah, lain kali enggak bisa toleransi. Nah kami juga enggak bisa mengambil sampah di dalam jalur kereta api. Sama kayak kamu ke Mangga dua di dekat Gunung Sahari, ada gang kalau naik kereta api penuh sampah di dalam, jadi dilindas (kereta)," bebernya.
Sekadar diketahui, tembok pembatas rel kereta api di Jalan Manggarai Selatan 2, RT15/10, Tebet, Jakarta Selatan roboh hingga menyebabkan satu orang tewas dan dua korban terluka.
PILIHAN:
Oknum TNI Aniaya Petugas Lebih Baik Ditangani Polisi
(mhd)