Taman Publik Dibangun Tanpa Antisipasi Parkir

Sabtu, 09 Januari 2016 - 21:17 WIB
Taman Publik Dibangun...
Taman Publik Dibangun Tanpa Antisipasi Parkir
A A A
BANDUNG - Pemkot Bandung tengah giat membangun area publik, termasuk taman tematik. Sayangnya, pembangunan yang diharapkan meningkatkan indeks kebahagiaan warga, juga belum diantisipasi dampak keramaian hingga kemacetannya.

Berdasarkan pantauan, beberapa taman seperti taman Vanda, Teras Cikapundung, Taman Superhero, dan Taman Alun-Alun Kota Bandung, belum diantisipasi tempat parkirnya.
Akibatnya, jalan yang melintas di kawasan taman tersebut, laju kendaraan menjadi padat dan bahkan menyebabkan kemacetan parsial.

Pengamat Tata Kota, Institut Teknologi Bandung (ITB) Denny Zulkaidi mengemukakan, taman tematik yang dibangun Pemkot cukup menarik masyarakat berkunjung.

Namun, pembangunan taman masih belum diantisipasi area parkirnya. Alhasil, warga akan memarkir kendaraannya di bahu jalan sekitaran taman.

"Taman tematik yang dikembangkan menarik kedatangan masyarakat luas, tapi tidak di desain untuk mengantisipasi mereka parkir kendaraan," ungkapnya.

Ia mengatakan, dalam pembangunan taman, seharusnya pemkot membedakan pembangunan antara taman yang diperuntukan untuk komunitas tertentu, dengan taman lingkungan yang peruntukannya untuk warga di sekitar taman.

Yang terjadi saat ini, taman lingkungan pun seakan menjadi taman publik yang didatangi oleh warga secara luas.

Terlebih, taman pun dibangun tanpa pertimbangan area parkir. Hal ini bisa mengakibatkan, gangguan keamanan, kebisingan kebersihan, bagi warga yang tinggal di sekitar taman.

Untuk itu, pihaknya berharap, pembangunan taman hendaknya dispesifikkan orientasinya, apakah dibangun untuk interaksi sosial, atau sekedar taman lingkungan.

Selain itu, pertimbangan membangun taman juga harus jelas peruntukkannya, apakah untuk lansia atau anak-anak, karena itu akan berpengaruh pada desain taman.

Pemkot juga harus bisa mengantisipasi menjamurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) di area taman. Karena secara otomatis, jika ada keramaian maka akan mengundang PKL untuk ikut berjualan.

Menurutnya, dalam pembangunan yang harus menyediakan sarana parkir, ada dua orientasi. Hal pertama bisa dengan pemkot yang menyediakan sarana parkir.

Ini bisa dilakukan dengan memberikan syarat atau standar bahwa setiap pembangunan, baik itu perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, ataupun area publik harus menyediakan area parkir.

"Penyediaan itu kan pasti butuh dana. Jika Pemkot sulit, maka bisa menarik investor atau pihak ketiga untuk menyediakan sarana gedung parkir," katanya.

Selain itu, bisa juga dengan cara meminimalisir orang untuk parkir. Misalkan dengan memberikan tarif mahal untuk parkir di bahu jalan ketimbang memarkir di gedung parkir.
Hal itu tergantung kebijakan Pemkot, apakah orientasinya membangun sarana parkir atau mengendalikan warga untuk malas parkir karena tarifnya mahal.

"Bisa saja diberlakukan parkir di bahu jalan tarifnya 2-3 kali lipat. Dengan begittu kan masyarakat akan lebih memilih untuk tidak membawa kendaraan dan beralih menggunakan kendaraan umum," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Asyik, Delapan Taman...
Asyik, Delapan Taman Aktif di Kota Pahlawan Dibuka
Datangi Taman-taman...
Datangi Taman-taman Kota, Kapolres Tasikmalaya Kota Bubarkan Kerumunan
10 Taman di Jaktim untuk...
10 Taman di Jaktim untuk Berolahraga dan Kumpul-kumpul Bareng Keluarga
Penutupan Taman di Kota...
Penutupan Taman di Kota Kediri
Bagaimana Caranya Membangun...
Bagaimana Caranya Membangun 573 Taman, Bu Risma?
5 Taman Kota di Jakarta,...
5 Taman Kota di Jakarta, Pas Buat Olahraga Sekaligus Rekreasi
Berita Terkini
Gagas Forum Dialog,...
Gagas Forum Dialog, AHY Ajak Profesor dan Gen Z Rumuskan Masa Depan Indonesia
10 menit yang lalu
Dorong Kemandirian,...
Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
1 jam yang lalu
Halte Transjakarta Tebet...
Halte Transjakarta Tebet Eco Park Tetap Beroperasi usai Ditabrak Truk
2 jam yang lalu
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
6 jam yang lalu
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
18 jam yang lalu
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
19 jam yang lalu
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved