Sipir Cantik di Lapas Tangerang Bikin Heboh Napi & Tahanan
Sabtu, 09 Januari 2016 - 18:30 WIB
Sipir Cantik di Lapas Tangerang Bikin Heboh Napi & Tahanan
A
A
A
TANGERANG - Lapas Klas I Tangerang yang dihuni oleh napi dan tahanan pria dewasa dihebohkan dengan kehadiran sipir wanita berparas cantik. Tak hanya membuat heboh napi dan tahanan, netizen di media sosial pun kini heboh dengan sosok Yonina Indriana (24) sipir cantik ini.
Wanita kelahiran 28 Juni 1991 asal Situbondo, Jawa Timur ini mengaku bisa bekerja di Lapas Klas I Tangerang setelah lolos tes CPNS Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) pada 2010 lalu. Di awal karirnya Indriana ditempatkan sebagai staf registrasi, kini sang gadis cantik bertugas sebagai sekretaris Kepala Lapas.
“Awalnya sih enggak kepikiran bekerja di Lapas. Tapi karena ada pembukaan CPNS Kemenkum HAM, keluarga menyuruh saya untuk mendaftar dan ternyata lulus. Langsung penempatan di Lapas Klas I Tangerang sampai sekarang,” kata anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Amat rosidi dan Sudianingsih ini kepada Sindonews, Sabtu (9/1/2016).
Awal bekerja di Lapas, Nina sapaan akrabnya mengaku takut karena kesan yang dia dapat penjara sangat menyeramkan. Apalagi waktu itu, dia seorang pegawai perempuan termuda, namun harus bekerja di lapas yang berisi ribuan narapidana.
“Saya merasa penjara itu horor, istilahnya seperti masuk kandang macan. Tapi lama kelamaan sudah terbiasa,” jelas pemilik tinggi badan 163 cm dan berat 50 kg ini.
Karena kecantikannya juga, wanita single ini kerap digoda oleh napi dan tahanan Lapas. Namun Nina tidak pernah marah dan menganggapnya hal biasa.
“Ya paling disiul-siulin atau dipanggil Bu Nina. Enggak risih sih, karena sudah lima tahun kerja di sini. Kalau begitu paling mereka yang ditegur oleh petugas jaga, karena dianggap tidak sopan,” ungkapnya.
Menurut lulusan UNIS Tangerang, dirinya kaget mengetahui menjadi perbincangan di media sosial. “Saya kaget sampai shock, kok bisa ramai begini. Saya iseng nyari nama sendiri di Google, ternyata memang ada berita soal saya. Ya di kantor jadi diledek sama pegawai lain dan pimpinan,” ujar Nina.
Wanita kelahiran 28 Juni 1991 asal Situbondo, Jawa Timur ini mengaku bisa bekerja di Lapas Klas I Tangerang setelah lolos tes CPNS Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) pada 2010 lalu. Di awal karirnya Indriana ditempatkan sebagai staf registrasi, kini sang gadis cantik bertugas sebagai sekretaris Kepala Lapas.
“Awalnya sih enggak kepikiran bekerja di Lapas. Tapi karena ada pembukaan CPNS Kemenkum HAM, keluarga menyuruh saya untuk mendaftar dan ternyata lulus. Langsung penempatan di Lapas Klas I Tangerang sampai sekarang,” kata anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Amat rosidi dan Sudianingsih ini kepada Sindonews, Sabtu (9/1/2016).
Awal bekerja di Lapas, Nina sapaan akrabnya mengaku takut karena kesan yang dia dapat penjara sangat menyeramkan. Apalagi waktu itu, dia seorang pegawai perempuan termuda, namun harus bekerja di lapas yang berisi ribuan narapidana.
“Saya merasa penjara itu horor, istilahnya seperti masuk kandang macan. Tapi lama kelamaan sudah terbiasa,” jelas pemilik tinggi badan 163 cm dan berat 50 kg ini.
Karena kecantikannya juga, wanita single ini kerap digoda oleh napi dan tahanan Lapas. Namun Nina tidak pernah marah dan menganggapnya hal biasa.
“Ya paling disiul-siulin atau dipanggil Bu Nina. Enggak risih sih, karena sudah lima tahun kerja di sini. Kalau begitu paling mereka yang ditegur oleh petugas jaga, karena dianggap tidak sopan,” ungkapnya.
Menurut lulusan UNIS Tangerang, dirinya kaget mengetahui menjadi perbincangan di media sosial. “Saya kaget sampai shock, kok bisa ramai begini. Saya iseng nyari nama sendiri di Google, ternyata memang ada berita soal saya. Ya di kantor jadi diledek sama pegawai lain dan pimpinan,” ujar Nina.
(whb)