Pemkab Blitar Ancam Usir Penambang Lereng Gunung Kelud

Sabtu, 02 Januari 2016 - 02:31 WIB
Pemkab Blitar Ancam...
Pemkab Blitar Ancam Usir Penambang Lereng Gunung Kelud
A A A
BLITAR - Pemerintah Kabupaten Blitar mengancam akan mengusir paksa para penambang pasir di kawasan Sungai Lahar Gunung Kelud. Selain liar alias tidak berizin, banjir lahar dingin akibat hujan deras mengancam kawasan pertambangan.

“Sebelumnya kami sudah memperingatkan. Kalau memang tidak diindahkan kami akan lakukan penertiban,“ ujar Bupati Blitar Herry Noegroho, kepada wartawan, Jumat (1/1/2016).

Jalur aliran lahar Gunung Kelud merupakan daerah favorit aktivitas pertambangan. Terutama di lingkungan Kali Bladak, Kecamatan Nglegok, jumlah pasir dan batu efek erupsi rutin 17 tahun sekali sangat melimpah.

Tidak heran bila sebelumnya banyak pengusaha yang mendatangkan alat berat ke lokasi tambang. Sebab pasir yang berasal dari Kelud terkenal bagus untuk material bangunan. Termasuk yang berada di Sungai Brantas di sekitar wilayah eks Karisidenan Kediri.

Sementara dimusim penghujan, guyuran air rawan menggelontorkan tumpukan material yang berada di pucuk gunung. Air mudah menyeret material pasir, batu bercampur potongan kayu yang dikenal sebagai lahar dingin.

Tidak hanya memenuhi jalur sungai lahar. Dalam jumlah besar, lahar dingin bisa menjelma banjir bandang yang mengancam permukiman warga disekitar sungai lahar. “Dan ini datangnya sewaktu-waktu dan mengancam keselamatan,“ terang Herry.

Faktanya tidak sedikit penambang yang mengabaikan ancaman lahar dingin. Mereka tetap beroperasi meskipun nyawa menjadi taruhan.

Kepala BPBD Kabupaten Blitar Heru Irawan mengaku sudah berkali-kali memberi peringatan, termasuk memasang spanduk di lokasi tambang. “Kami terus melakukan sosialisasi ke lapangan. Hal itu mengingat musim penghujan belum berlalu,“ ujarnya.

Menanggapi persoalan itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Masykur tegas meminta penambang menghentikan aktivitasnya. Sebab apa yang dilakukan telah membahayakan jiwa.

“Ancaman lahar dingin sangat berbahaya. Lagipula tidak sedikit dari mereka yang tidak mengantongi izin pertambangan,“ pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Truk Penambang Pasir...
Truk Penambang Pasir Hanyut Dihantam Banjir Bandang di Tanjungsari Bogor
Viral! Banjir Bandang...
Viral! Banjir Bandang Terjang Lautan Pasir Gunung Bromo, Begini Faktanya
Bareskrim Bongkar 36...
Bareskrim Bongkar 36 Titik Penambangan Pasir Ilegal di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi
KKP Hentikan Penambangan...
KKP Hentikan Penambangan Pasir Laut Ilegal di Pulau Rupat
Wabup Lumajang Minta...
Wabup Lumajang Minta Aktivitas Penambangan Pasir Disetop untuk Evakuasi Korban Erupsi Semeru
KKP Hentikan Aktivitas...
KKP Hentikan Aktivitas Pengerukan Pasir di Perairan Pulau Tunda
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
2 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
2 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
4 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
4 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
6 jam yang lalu
Infografis
Memanas, Pakistan Ancam...
Memanas, Pakistan Ancam Serang India dengan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved