Kemen PU & Pera Ambil Alih Proyek Wisma Atlet di Kemayoran
Senin, 28 Desember 2015 - 23:13 WIB
Kemen PU & Pera Ambil Alih Proyek Wisma Atlet di Kemayoran
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-Pera) telah menyiapkan anggaran untuk membangun Apartemen D10 atau Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat. Apartemen yang tadinya akan dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta itu dianggarkan Rp3,9 triliun.
"Yang jelas sekarang ini jadi tanggung jawab PU-Pera, itu C2 Rp1,2 triliun. Kalau diberikan tanggung jawab juga yang dilaksanakan oleh DKI nanti totalnya Rp3,9 triliun untuk bangun C2 dan D10. Sedangkan C3 perumnas kan," jelas Dirjen Penyediaan Perumahan Kemen PU-Pera Syarif Burhanuddin di saat dihubungi, Senin (28/12/2015).
Lebih lanjut, anggaran sudah diatur nantinya setelah Asian Games 2018 maka pengelolaan Wisma Atlet atau Apartemen D10 ini akan menjadi Rusunawa. Kemudian dikembangkan lagi oleh Perumnas menjadi Rusunami. (Baca: DKI Batal Bangun Kampung Atlet di Kemayoran)
"Kami sistemnya design and build. Bisa sambil jalan bisa sambil selesaikan. Sama gambar makronya sudah ada, desain makro sudah ada, tinggal DED yang belum," ujar Syarif. (Baca: Wisma Atlet Ditolak, Ahok Sudah Tahu Kelakuan PPK Kemayoran)
"Kami memang sudah punya (desain), udah diperintahkan Wapres pada saat itu, desain oleh PIW (Perencanaan Infrastruktur Wilayah). Kalau segera tender sebelum 2016 bisa saja," lanjut Syarif.
Namun kesemuanya ini masih menunggu kebijakan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono. "Sekarang ini harus ada pastinya dahulu, kebijakan dari Pak Menteri. Kalau oke baru bisa oke," tutupnya.
PILIHAN:
Sebelum Tutup Usia, Ini Wasiat Habib Selon
"Yang jelas sekarang ini jadi tanggung jawab PU-Pera, itu C2 Rp1,2 triliun. Kalau diberikan tanggung jawab juga yang dilaksanakan oleh DKI nanti totalnya Rp3,9 triliun untuk bangun C2 dan D10. Sedangkan C3 perumnas kan," jelas Dirjen Penyediaan Perumahan Kemen PU-Pera Syarif Burhanuddin di saat dihubungi, Senin (28/12/2015).
Lebih lanjut, anggaran sudah diatur nantinya setelah Asian Games 2018 maka pengelolaan Wisma Atlet atau Apartemen D10 ini akan menjadi Rusunawa. Kemudian dikembangkan lagi oleh Perumnas menjadi Rusunami. (Baca: DKI Batal Bangun Kampung Atlet di Kemayoran)
"Kami sistemnya design and build. Bisa sambil jalan bisa sambil selesaikan. Sama gambar makronya sudah ada, desain makro sudah ada, tinggal DED yang belum," ujar Syarif. (Baca: Wisma Atlet Ditolak, Ahok Sudah Tahu Kelakuan PPK Kemayoran)
"Kami memang sudah punya (desain), udah diperintahkan Wapres pada saat itu, desain oleh PIW (Perencanaan Infrastruktur Wilayah). Kalau segera tender sebelum 2016 bisa saja," lanjut Syarif.
Namun kesemuanya ini masih menunggu kebijakan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono. "Sekarang ini harus ada pastinya dahulu, kebijakan dari Pak Menteri. Kalau oke baru bisa oke," tutupnya.
PILIHAN:
Sebelum Tutup Usia, Ini Wasiat Habib Selon
(mhd)