Takut Bunuh Pasar Tradisional, Izin Pasar Modern Diperketat

Jum'at, 25 Desember 2015 - 11:17 WIB
Takut Bunuh Pasar Tradisional,...
Takut Bunuh Pasar Tradisional, Izin Pasar Modern Diperketat
A A A
BLITAR - Pemerintah Kabupaten Blitar berencana memperketat usaha waralaba (pasar modern) yang berpotensi membunuh pasar tradisional.

Pasalnya Pemkab merasa kecolongan dengan menjamurnya swalayan yang berhimpitan dengan pasar tradisional.

"Kita akan lebih perketat perijinan pasar modern," ujar Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPTSP) Kabupaten Blitar Adi Andaka.

Pasar modern telah ada dimana-mana. Setidaknya di 22 kecamatan telah berdiri supermarket, swalayan dan sejenisnya.

Bahkan di beberapa kecamatan dengan wilayah yang besar, jumlah swalayan lebih dari lima unit. Dari pantauan lapangan tidak sedikit pasar modern berdekatan dengan pasar tradisional.

Fasilitas yang bersih, sejuk, harum dan memiliki kemandirian memilih barang dagangan yang dimiliki pasar modern mengakibatkan pembeli pasar tradisional beralih.

Menurut Adi jarak ideal antara pasar modern dan pasar tradisional minimal satu kilometer. Namun faktanya tidak sedikit pengusaha yang melanggar ketentuan itu."Dan ke depan ini akan ditertibkan," terang Adi.

Di setiap kecamatan pemkab juga akan membatasi maksimal satu pasar modern. Dan setiap pasar modern diwajibkan memberi tempat bagi produk lokal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar Molan bertekad akan menyeimbangkan pasar tradisional dan modern. "Sebab di setiap desa/kelurahan ada pasar tradisional yang harus dilindungi dari ancaman pasar modern," ujarnya.

Disisi lain perbaikan pasar tradisional akan terus dilakukan. Pelayanan dan kenyamanan konsumen akan terus ditingkatkan.

Hal senada disampaikan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Blitar Abdul Munib bahwa daya tarik pasar tradisional sepatutnya ditingkatkan.

Sebab pasar tradisional selalu memberikan pilihan harga yang lebih ekonomis. "Pasar tradisional merupakan wujud ekonomi kerakyatan. Karenanya harus tetap dipertahankan. Terkait kekurangan yang ada hendaknya ada pembenahan," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Legislator Makassar...
Legislator Makassar Dorong Pemberdayaan Pasar Tradisional
Sentra Ikan Bulak Surabaya...
Sentra Ikan Bulak Surabaya Bakal Disulap Jadi Sentra Pengolahan Hasil Laut
Khofifah Dorong Pasar...
Khofifah Dorong Pasar Tradisional Terapkan Ganjil Genap
Biar Tak Ada Kerumunan...
Biar Tak Ada Kerumunan Baru, Pasar Tradisional Tetap Dibuka
Pemasangan Tiang Pancang...
Pemasangan Tiang Pancang Pembangunan Pasar Tempe Segera Dilakukan
Pj Wali Kota Makassar...
Pj Wali Kota Makassar Soroti Kondisi Pasar Tradisional
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
5 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
6 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
6 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
7 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
8 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
9 jam yang lalu
Infografis
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved