Daerah Rawan Peredaran Narkoba di Jawa Tengah

Selasa, 22 Desember 2015 - 17:10 WIB
Daerah Rawan Peredaran...
Daerah Rawan Peredaran Narkoba di Jawa Tengah
A A A
SEMARANG - Sebanyak 1.016 tersangka penyalahgunaan narkoba ditangkap Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Jawa Tengah dan jajarannya selama 11 bulan terakhir, terhitung Januari–November 2015.

Direktur Resnarkoba Polda Jawa Tengah Kombes Pol Eko Widodo mengatakan, ada beberapa daerah yang cukup tinggi tingkat peredarannya dari total 35 kabupaten/kota di provinsi ini.

“Beberapa daerah seperti Solo Raya, Banyumas, Magelang, Semarang, cukup tinggi (tingkat penyalahgunaan). Dari jumlah yang ditangkap, tentu belum final, karena masih ada satu bulan lagi di Desember ini,” ungkapnya, Selasa (22/12/2015).

Ribuan tersangka itu, sebut Eko, adalah total dari 775 kasus yang diungkap. Soal sebaran peredaran gelap narkoba yang terjadi, disebabkan karena banyaknya permintaan alias pecandu.

“Kalau demand (permintaan) banyak, maka supply (penawaran) ke sana,” katanya.

Perwira menengah polisi itu menyebut, dari data sementara tahun ini memang tangkapan terbesar adalah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Temanggung dengan barang bukti sekira 2,5 kg sabu dan di Batang dengan barang bukti 3 kg sabu.

Modus penyelundupannya jalur darat, baik disembunyikan dalam boneka binatang dan dimasukkan kardus susu bubuk.

“Rata–rata penangkapan barang buktinya kisaran 30 gram sampai 40 gram. Akhir pekan kemarin, Kamis atau Jumat malam, anggota saya tangkap mahasiswa di sebuah hotel di Solo, bawa 40 gram sabu. Dia pengedar," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigjen Pol Amrin Remico mengatakan, ditiap–tiap kabupaten/kota di Jawa Tengah, idealnya memiliki Badan Narkotika Kota/Kabupaten (BNK).

“Masih ada 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang belum punya BNK. Tahun 2015 ini sudah mengusulkan 7, tapi yang disetujui 2. Banyumas dan Tegal Kota,” timpalnya.

Harapan agar tiap kabupaten/kota mempunyai BNK melihat peredaran gelap narkotika yang terus masif. Soal teknis, Amrin berharap kabupaten/kota bisa memberikan hibah berupa lahan.

“Nanti fisiknya yang bangun dari BNN pusat. Pimpinannya (BNK) bisa Polri bisa PNS, soal personel Polri nanti kami minta ke Polda Jawa Tengah,” pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
3 jam yang lalu
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
4 jam yang lalu
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
5 jam yang lalu
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
5 jam yang lalu
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
5 jam yang lalu
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
6 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved