Lemah Pengawasan, Parkir Liar di Jakarta Barat Makin Menjamur

Jum'at, 18 Desember 2015 - 00:36 WIB
Lemah Pengawasan, Parkir...
Lemah Pengawasan, Parkir Liar di Jakarta Barat Makin Menjamur
A A A
JAKARTA - Lemahnya pengawasan dan tindak tegas yang dilakukan Suku Dinas (Sudin) Transportasi dan Perhubungan Jakarta Barat tidak hanya berimbas pada kondisi transportasi massal. Sejumlah ruas jalan yang ada pun semakin semrawut lantaran dijamuri parkir liar.

Pantauan SINDO, Kamis 17 Desember 2015. Kesemrawutan di jalan cukup terlihat di sekitar kawasan Kecamatan Taman Sari dan Kecamatan Tambora. Adanya sentra bisnis seperti pusat Glodok Harco, Pasar Jaya Glodok, Pasar Perniagaan, hingga yang terparah Pasar Pagi Asemka mendorong tumbuhnya parkir liar di kawasan tersebut.

Sekalipun dibeberapa jalan di kawasan itu, yakni jalan Pancoran, jalan Toko Tiga, hingga jalan Pintu Kecil II terdapat plang rambu lalu lintas dilarang parkir. Namun rupanya hal itu tidak membuat pemilik kendaraan menjadi disiplin.

Bahkan, di beberapa jalan itu para pemilik kendaraan malah memarkirkan secara sembarang, baik secara menyerong 35 derajat dan paralel 180 derajat.

Kondisi itu pun membuat jalanan menjadi semakin sempit, lantaran badan mobil menutupi hampir seperempat badan jalan yang ada. Akibatnya, kemacetan di kawasan itupun semakin tak terhindarkan.

Anehnya, sekalipun terdapat larangan parkir hingga terkesan liar. Namun petugas parkir di kawasan mengaku merupakan petugas resmi yang dipekerjakan oleh Dinas Perhubungan melalui Unit Pelayanan Parkir. Hal itupun ditunjukan mereka, dengan menggunakan seragam warna biru lengkap dengan atribut layaknya petugas parkir di kawasan Parkir Parimeter.

Firmansyah (43), salah satu pengguna jalan dan pemilik toko di Pasar Pagi Asemka, mengaku cukup kesal dengan kondisi parkir liar yang ada di kawasan itu. Selain kerap menimbulkan macet, yang membuat waktunya menjadi terbuang. Parkir semakin hari semakin semerawut.

"Saya enggak tahu kenapa, padahal di gedung itu (pasar pagi Asemka) ada lahan parkir, dan masih banyak yang kosong. Tapi ini malah menumpuk di jalan, bahkan motor saja sampai naik-naik ke trotoar," keluh Firman, ketika ditemui SINDO di Jalan Toko Tiga.

Tak hanya di kawasan sentra bisnis, kondisi tak jauh beda, terjadi di kantor pemerintah seperti depan Kecamatan Tambora, kawasan Pendidikan bawah Fly Over Grogol, dan wisata Kuliner di Jalan Pesanggrahan, Kembangan.

Terpisah, Djunaedi (50), salah satu petugas parkir yang ditemui di kawasan sentra bisnis Glodok mengaku, bahwa kondisi parkiran di kawasan itu dikooridinir oleh pengurus RW setempat.

Meski dirinya enggan memperinci setoran yang dimaksud. Intinya, kata Djunaedi, untuk pungutan Rp2.000 tiap motor, petugas parkir dapat Rp100 untuk uang rokok.

"Kalau soal markir di sini, personelnya selalu gantian, biasanya dipasang berdua. Yah, hasilnya lumayan lah buat tambahan beli rokok saja," ucap pria, yang mengaku telah 10 tahun jadi Linmas (pelindung masyarakat) RW01 Roa Malaka, Taman Sari itu.

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Yani Wahyu Purwoko mengatakan, Dishubtrans berkomitmen tegas akan membrantas parkir liar. Hal itu sudah ditunjukan dengan mengintruksi kepada seluruh Kasudin yang berada di lima wilayah DKI.

"Semua (Kasudin) kami bekali mobil derek masing-masing wilayah lima buah. Kedepannya kami tambah truk untuk mengangkut motor," kata Yani.

Mantan Camat Penjaringan ini mengaku, menjamurnya parkir liar di semua wilayah DKI lantaran terbatasnya petugas yang melakukan pemantauan. Sadar akan hal itu, Dishubtrans sendiri berencana akan melakukan kebijakan dengan melakukan perekrutan anggota kontrak secara besar-besaran.

Rencana ini pun dipercaya akan membantu pengawasan Dishubtrans yang sejauh ini bersifat mobile. "Pegawai ini akan kami tempatkan dibeberapa titik seperti parkir liar, angkutan ngetem, angkutan liar, maupun lalu lintas barang," tutupnya.

PILIHAN:

Setengah Bugil, Rizki dan Amel Terjaring Razia di Kamar Indekos
(mhd)
Berita Terkait
Razia Parkir Liar di...
Razia Parkir Liar di Gandaria City dan Pondok Indah
Penertiban Parkir Liar...
Penertiban Parkir Liar di Duren Sawit, Sudin Perhubungan Jaktim Derek 7 Mobil
Banyak Mobil Parkir...
Banyak Mobil Parkir di Bahu Jalan, Warga Buat Spanduk Sindir Pemilik
7 Mobil Diderek, Juru...
7 Mobil Diderek, Juru Parkir Liar Ngamuk ke Petugas Dishub Jaktim
Ini Negara dengan Biaya...
Ini Negara dengan Biaya Parkir Termahal, 1 Jam Hampir Rp500 Ribu
70 Petugas Diterjunkan...
70 Petugas Diterjunkan Awasi Jukir Liar di Makassar Selama Ramadhan
Berita Terkini
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
1 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
2 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
2 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
2 jam yang lalu
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved