Penetapan Tersangka Bupati Maros Dinilai Bermuatan Politis

Kamis, 17 Desember 2015 - 14:50 WIB
Penetapan Tersangka...
Penetapan Tersangka Bupati Maros Dinilai Bermuatan Politis
A A A
JAKARTA - Seratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Penegak Keadilan melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Mabes Polri, Jakarta.

Mereka mendesak aparat penegak hukum agar tidak mengkriminalisasi bupati terpilih periode 2016 sampai dengan 2021 Kabupaten Maros H Hatta Rahman.

Koordinator aksi M Hadi mengatakan, penetapan tersangka terhadap Bupati Ir H Hatta Rahman yang diduga terlibat korupsi sejumlah proyek di Maros patut dicurigai sebagai bentuk kriminalisasi.

Apalagi Ir Hatta Rahman terpilih menjadi Bupati Maros karena telah memperoleh 77,2%. Penetapan status tersangka itu tentu meresahkan masyarakat di Maros.

"Kami menduga penetapan tersangka kepada Ir H Hatta Rahman sarat akan kepentingan sepihak," ujar M Hadi, di depan Mabes Polri, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Hadi menuturkan, penetapan status tersangka terhadap Hatta membuat masyarakat Maros bertanya-tanya tentang apa yang terjadi di dalam tubuh aparat penegak hukum di NKRI. Karena seharusnya Kepolisian Republik Indonesia mampu menjaga dan mengayomi masyarakat bukan malah membuat resah masyarakat.

"Penetapan status tersangka terhadap Hatta membuat masyarakat Maros menjadi resah, makanya hari ini di Maros pun masyarakat sedang aksi juga," jelas Hadi.

Hadi menilai, dalam pilkada serentak Ir Hatta Rahman memperoleh suara 77,2%. Sehingga perolehan suara yang cukup tinggi itu menjadi bukti tingginya tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat Maros terhadap dirinya.

Selain berorasi, dalam aksinya mereka juga membawa berbagai spanduk yang berukuran besar. Satu di antara spanduk bertuliskan "Stop Kriminalisasi Pemimpin Yang Peduli Pendidikan dan Merakyat".

Dalam aksinya mereka juga menuntut Polri segera menghentikan kriminalisasi politik terhadap calon bupati terpilih Ir Hatta Rahman. Mereka juga meminta polisi untuk menjaga independensinya dalam menegakan hukum. terpilih (Ir. Hatta Rahman).

Selain itu, massa juga meminta Kadiv Propam segera memeriksa Kompol Masud yang diduga telah memihak salah satu pasangan calon. Aksi serupa juga berlangsung di depan Mapolres Maros, Sulawesi Selatan.
(san)
Berita Terkait
KPK Endus Potensi Korupsi...
KPK Endus Potensi Korupsi Dalam Pilkada Serentak 2020
Jelang Pilkada 2024,...
Jelang Pilkada 2024, Biaya Mahal Jadi Sorotan karena Lingkaran Setan Korupsi
Cegah Korupsi Calon...
Cegah Korupsi Calon Kepala Daerah, KPK Bakal Kawal Pilkada 2020
Jadikan Hakordia dan...
Jadikan Hakordia dan Pilkada Serentak 2020, Momentum untuk Membangun Kesadaran Seluruh Elemen Bangsa dalam Budaya Antikorupsi
Tren Pengusaha di Pilkada...
Tren Pengusaha di Pilkada 2020, TII Ungkap Potensi Korupsi Daerah
Bebal Koruptor dan KPK...
Bebal Koruptor dan KPK yang Makin Gahar
Berita Terkini
Bertolak ke NTB, Presiden...
Bertolak ke NTB, Presiden Prabowo Bakal Resmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat
23 menit yang lalu
Antisipasi Kebakaran...
Antisipasi Kebakaran Lahan, Wilmar Tingkatkan Kesiagaan dan Kolaborasi Antarlembaga
24 menit yang lalu
KPK Sita Logam Mulia...
KPK Sita Logam Mulia dan Uang Tunai Miliaran Rupiah di OTT Bupati Sukoharjo
34 menit yang lalu
Canangkan Gerakan Indonesia...
Canangkan Gerakan Indonesia Asri di Malang, Dirjen Bina Adwil Ajak Kepala Daerah Bebersih
35 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Perketat...
Polda Metro Jaya Perketat Pengamanan untuk Jaga Barang Bukti Kasus Batu Bara hingga Asabri
2 jam yang lalu
PSEL Bali Dinilai Strategis...
PSEL Bali Dinilai Strategis Kendalikan Sampah dan Emisi
4 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved