Polres Purwakarta Amankan 9 Pelajar Pelaku Pemerkosaan

Selasa, 15 Desember 2015 - 19:14 WIB
Polres Purwakarta Amankan...
Polres Purwakarta Amankan 9 Pelajar Pelaku Pemerkosaan
A A A
PURWAKARTA - Polres Purwakarta mengamankan sembilan orang pelajar laki-laki yang rata-rata berusia di bawah umur, terkait kasus dugaan pemerkosaan.

Dari sembilan pelajar ini tiga orang di antaranya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sementara, enam lainnya pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mereka ditangkap karena diduga sebagai pelaku pemerkosaan tiga orang pelajar perempuan yang masih duduk di SMP dan SD di Kabupaten Purwakarta.

Korban yakni Ne (15), warga Kecamatan Plered. Pelajar kelas 3 SMP ini dicabuli oleh Ab (16) dan Im (16) pada 27 November 2015. Korban lainnya berinisial Mr (15).

Pelajar SMP asal Kecamatan Sukatani ini dicabuli pada Kamis, 10 Desember 2015 oleh Sd (16), Dd (17), dan Rb (16).

"Dari dua kejadian ini, modus operandinya pelaku memberi minuman keras dan obat penenang pada korban hingga tak sadarkan diri, kemudian diperkosa secara bergiliran," kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Dadang Garnadi, Selasa (15/12/2015).

Kemudian, korban ketiga perempuan berusia 11 tahun berinisia Is, pelajar SD di Kecamatan Purwakarta Kota. Gadis bertubuh bongsor ini diperkosa oleh Dmf (17), Mr (16), Ma (15), dan Mr (15).

Korban, kata Dadang, dirayu hingga akhirnya dipaksa untuk melayani nafsu para tersangka yang masih berstatus pelajar tersebut.

"Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan pengembangan atas laporan para korban. Dengan didukung hasil visum. Para pelaku yang diringkus rata-rata berusia 15 hingga 17 tahun ini diamankan di tiga lokasi berbeda, yaitu di wilayah Plered, Sukatani dan Purwakarta Kota," terang dia.

Saat ini, kesembilan tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Purwakarta. Karena para pelaku masih pelajar dan berusia di bawah umur, polisi juga berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jawa Barat.

Dadang mengaku miris melihat kasus pencabulan yang pelakunya maupun korbannya para pelajar ini. Menurutnya ada sistem yang perlu dibenahi. Sebab, kasus ini terjadi akibat ‎lemahnya pengawasan orangtua terhadap pergaulan anaknya.

"Semua kasus pencabulan ini terjadi pada malam hari. Berdasarkan keterangan yang kami dapat, korban meminta izin orangtua mereka untuk menginap di rumah teman sekolah, nyatanya si korban malah bergaul malam hari bersama teman lelakinya. Jadi, saya melihat salah satu sebab mengapa terjadi kasus ini karena lemahnya pengawasan orangtua," pungkas dia.
(zik)
Berita Terkait
86 Perempuan Diperkosa...
86 Perempuan Diperkosa Setiap Hari di India, Negara Dinilai Melakukan Pembiaran
Miris! Pelaku Pemerkosaan...
Miris! Pelaku Pemerkosaan Tak Ditangkap, Korban Justru Dilaporkan Balik ke Polisi
Gadis 14 Tahun Diperkosa...
Gadis 14 Tahun Diperkosa Dua Orang Pria Secara Bergilir Dalam Mobil
4 Siswi SMA Diduga Diperkosa...
4 Siswi SMA Diduga Diperkosa Oknum Pejabat dan Politisi, Polda Papua Periksa 7 Saksi
Predator Perempuan Penyandang...
Predator Perempuan Penyandang Disabilitas di Magelang Terancam 12 Tahun Penjara
Salahkan Pakaian Wanita...
Salahkan Pakaian Wanita atas Meningkatnya Kasus Pemerkosaan, PM Pakistan Dikecam
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
5 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
5 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
7 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved