Tragis, Sopir Tewas Terlindas Truk
Selasa, 15 Desember 2015 - 14:54 WIB
Tragis, Sopir Tewas Terlindas Truk
A
A
A
SUNGGUMINASA - Marwan Bin Sikki (25) sopir truk yang biasa mengangkut material batu dari penambangan di Bajeng Barat, Gowa tewas terlindas truk lain, Selasa (15/12).
Peritiwa bermula saat Marwan yang tiba di lokasi tambang kemudian beristirahat di depan salah satu truk lain milik Sehu (35), sambil antre menunggu giliran muatannya terisi.
Nahas, Sehu yang truk miliknya sudah terisi penuh tak melihat rekannya berada di depan tunggangannya itu langsung menancap pedal gas.
Akibatnya, Marwan terlindas di bagian kepala sehingga tewas di tempat. Sejumlah sopir truk lain yang melihat kejadian itu sontak berteriak dan memberitahukan Sehu.
Marwan kemudian langsung dilarikan ke rumah duka di Kampung Doja, Desa Tangkebajeng, Kecamatan Bajeng Barat, Gowa. Sedangkan Sehu melarikan diri ke Takalar dan kemudian menyerahkan diri ke Polres setempat.
Hal itu dibenarkan Kapolsek Bajeng AKP Amin Juraid saat dihubungi kemarin. "Kejadiannya daerah galian sirtu batu, itu sopir duduk depan mobil yang berhenti, sopir yang di atas tidak lihat ada temannya duduk di bawah," ujarnya.
Untuk selanjutny menurut Juraid, anggota Polsek Bajeng saat ini tengah melakulan penjemputan pelaku di Polres Takalar. Pelaku selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sedangkan terkait, status izin tambang tersebut Juraid mengaku belum tahu. "Saya belum tahu status tambang itu, Kita juga belum tahu siapa pemilik tambang karena baru akan kita periksa untuk dimintai keterangan," jelasnya.
Peritiwa bermula saat Marwan yang tiba di lokasi tambang kemudian beristirahat di depan salah satu truk lain milik Sehu (35), sambil antre menunggu giliran muatannya terisi.
Nahas, Sehu yang truk miliknya sudah terisi penuh tak melihat rekannya berada di depan tunggangannya itu langsung menancap pedal gas.
Akibatnya, Marwan terlindas di bagian kepala sehingga tewas di tempat. Sejumlah sopir truk lain yang melihat kejadian itu sontak berteriak dan memberitahukan Sehu.
Marwan kemudian langsung dilarikan ke rumah duka di Kampung Doja, Desa Tangkebajeng, Kecamatan Bajeng Barat, Gowa. Sedangkan Sehu melarikan diri ke Takalar dan kemudian menyerahkan diri ke Polres setempat.
Hal itu dibenarkan Kapolsek Bajeng AKP Amin Juraid saat dihubungi kemarin. "Kejadiannya daerah galian sirtu batu, itu sopir duduk depan mobil yang berhenti, sopir yang di atas tidak lihat ada temannya duduk di bawah," ujarnya.
Untuk selanjutny menurut Juraid, anggota Polsek Bajeng saat ini tengah melakulan penjemputan pelaku di Polres Takalar. Pelaku selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sedangkan terkait, status izin tambang tersebut Juraid mengaku belum tahu. "Saya belum tahu status tambang itu, Kita juga belum tahu siapa pemilik tambang karena baru akan kita periksa untuk dimintai keterangan," jelasnya.
(nag)