Polisi Kantongi Identitas Otak Pelempar Molotov Kantor Lurah Paccinongan
Selasa, 15 Desember 2015 - 02:02 WIB
Polisi Kantongi Identitas Otak Pelempar Molotov Kantor Lurah Paccinongan
A
A
A
SUNGGUMINASA - Kurang dari sepekan, polisi telah mengantongi identitas otak pelemparan molotov di Kantor Kelurahan sekaligus Sekretariat PPS Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang terjadi Kamis (10/12/2015).
Kabar itu langsung disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Frans Barung Mangera saat melakukan pemantauan pengamanan di Kantor KPU Kabupaten Gowa, Senin (14/12/2015).
Katanya, kasus pelemparan molotov ini ditangani Polres Gowa didukung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sulsel.
Lebih lanjut, polisi telah berhasil mengidentifikasi otak dari pelaku pelemparan molotov. Bahkan, ditemukan keterkaitan antara kasus lima tahun silam yang juga berhubungan dengan pilkada.
"Hasil analisa serta evaluasinya menemukan bahwa kasus tersebut berhubungan dengan kasus pelemparan bom molotov pada pilkada tahun 2010 lalu di Gowa, orangnya sama, motifnya juga sama," ujarnya.
Identitas konseptor pelemparan molotov sudah dikantongi, namun pelaku hingga saat ini masih tidak diketahui. Selanjutnya, polisi akan segera melakukan penangkapan. Meski demikian, ia enggan menyebut nama pelaku.
Seperti diberitakan sebelumnya, pelemparan molotov itu sempat menggegerkan warga maupun staf kelurahan. Akibat kejadian itu, satu bangku panjang yang ada di luar dan di dalam ruangan serta gorden terbakar.
Dinding dan plafon juga ikut rusak. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. (Baca juga: Kantor Kelurahan di Gowa Dilempari Molotov).
Kabar itu langsung disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Frans Barung Mangera saat melakukan pemantauan pengamanan di Kantor KPU Kabupaten Gowa, Senin (14/12/2015).
Katanya, kasus pelemparan molotov ini ditangani Polres Gowa didukung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sulsel.
Lebih lanjut, polisi telah berhasil mengidentifikasi otak dari pelaku pelemparan molotov. Bahkan, ditemukan keterkaitan antara kasus lima tahun silam yang juga berhubungan dengan pilkada.
"Hasil analisa serta evaluasinya menemukan bahwa kasus tersebut berhubungan dengan kasus pelemparan bom molotov pada pilkada tahun 2010 lalu di Gowa, orangnya sama, motifnya juga sama," ujarnya.
Identitas konseptor pelemparan molotov sudah dikantongi, namun pelaku hingga saat ini masih tidak diketahui. Selanjutnya, polisi akan segera melakukan penangkapan. Meski demikian, ia enggan menyebut nama pelaku.
Seperti diberitakan sebelumnya, pelemparan molotov itu sempat menggegerkan warga maupun staf kelurahan. Akibat kejadian itu, satu bangku panjang yang ada di luar dan di dalam ruangan serta gorden terbakar.
Dinding dan plafon juga ikut rusak. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. (Baca juga: Kantor Kelurahan di Gowa Dilempari Molotov).
(zik)