Kesenian Angklung Segera Masuk Kurikulum Sekolah di Jabar

Jum'at, 11 Desember 2015 - 02:00 WIB
Kesenian Angklung Segera...
Kesenian Angklung Segera Masuk Kurikulum Sekolah di Jabar
A A A
SUBANG - Kesenian khas masyarakat Sunda, angklung, diharapkan segera masuk dalam silabus (kurikulum) sekolah-sekolah di Provinsi Jawa Barat (Jabar). Hal tersebut untuk memperkuat identitas budaya dan pembangunan karakter siswa.

"Sebagai kesenian khas Jabar, khas Sunda, sudah saatnya angklung masuk dalam kurikulum sekolah. Kesenian ini punya banyak filosofi, sehingga tepat untuk membentuk karakter dan perilaku budaya siswa," ujar Ketua Yayasan Saung Angklung Udjo, Syam Udjo, kepada di sela acara Final Pasanggiri Angklung Jawa Barat 2015, di aula Pemkab Subang.

Dia mengaku, sudah membuat rancangan silabus lengkap seputar kesenian angklung, yang akan segera diusulkannya ke pemprov agar masuk dalam kurikulum sekolah.

Dengan masuk kurikulum, sebut Udjo, siswa akan dikenalkan teori musik angklung, notasi-notasi dan laras seni Sunda, yang selama ini nyaris tak dikenal oleh generasi muda sekarang.

"Dengan mendalami angklung, mulai dari teori musik, historisitas, nilai-nilai dan falsafahnya, kami yakin, para siswa akan tumbuh menjadi generasi muda berkarakter, berpribadi santun dan cinta budaya sendiri,"tuturnya.

Dia mengatakan, kegiatan Pasanggiri Angklung Jawa Barat, termasuk salah satu upaya untuk melestarikan dan mengenalkan kesenian khas Sunda ini kepada publik. Sekaligus memeringati lima tahun diakuinya musik angklung sebagai 'warisan budaya tak benda dunia' oleh UNESCO.

Udjo menegaskan, melalui pengakuan resmi UNESCO di tahun 2010 tersebut, secara kultural, angklung bukan hanya milik masyarakat (suku) Sunda atau Jawa Barat, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia.

"Pasanggiri ini diharapkan bisa memotivasi para pelaku kesenian angklung untuk meningkatkan kemampuan mereka,"ucapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat Nunung Sobari meminta semua elemen masyarakat Jabar, bersama-sama melestarikan kesenian angklung, dan mengenalkannya kepada publik serta generasi muda.

Sebab, kata dia, kesenian ini merupakan warisan budaya yang tidak ternilai, dan keberadaannya sangat strategis untuk memperkuat identitas dan budaya bangsa Indonesia. Karena itu, melalui pasanggiri tersebut, dia berharap semua pihak turut memelihara dan menjaganya, agar tidak diklaim pihak lain.

"Angklung harus dijaga bersama-sama, jangan sampai diklaim pihak asing. Ini warisan yang sangat berharga, dan keberadaannya penting untuk memperkuat identitas budaya bangsa, di tengah kuatnya globalisasi arus budaya asing," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Napak Jagat Nusantara...
Napak Jagat Nusantara Penampil Utama dalam Gelaran Seni Budaya untuk Meriahkan Rangkaian HUT ke-79 TNI
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
7 menit yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
1 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
2 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
2 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
2 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved