Korban Tewas Metro Mini-KRL Ini Pergi di Malam Ultah ke-1 sang Anak
Senin, 07 Desember 2015 - 20:54 WIB
Korban Tewas Metro Mini-KRL Ini Pergi di Malam Ultah ke-1 sang Anak
A
A
A
JAKARTA - Suasana duka masih menyelimuti kediaman Tugimin (39) satu dari 18 korban tewas kecelakaan antara Metro Mini dengan KRL di perlintasan Angke. Tugimin pergi untuk selama-lamanya di malam anak pertamannya yakni Kanza (1) hendak merayakan ulang tahun.
Tugimin pergi meninggalkan istri yang tengah hamil tiga bulan dan empat orang anaknya yang masih kecil. Adik ipar korban, Linda Sari mengatakan, empat anak korban baru berusia 17 tahun, 10 tahun, 4 tahun dan 1 tahun.
Kepergian Tugimin memang menjadi pukulan telak bagi keluarga besarnya. Hampir separuh hidupnya lebih banyak dihabiskan kerja secara serabutan di beberapa konveksi di kawasan Tambora, Jakarta Barat.
"Almarhum meninggal dunia di malam anak pertamanya yakni Kanza akan merayakan ulang tahun pertama," kata Linda saat ditemui Sindonews di rumah dua di Duri Utara RT 11/04, Tambora, Jakarta Barat, Senin (7/12/2015).
Linda menuturkan, meski keluarga besarnya telah mendapatkan informasi kematian Tugimini sejak pukul 09 WIB, termasuk bukti ponsel yang rusak. Namun istri Tugimin, Siti Jubaeda (35) masih belum percaya.
Sambil menangis dan berteriak, Jubaedah kala itu masih menggangap suaminya masih hidup dan tengah terkapar di salah satu rumah sakit di Jakarta. Sang istri baru memercayai bila suami tercinta telah meninggal dunia saat membuka kain kafan almarhum.
Linda menceritakan, sepekan terakhir Tugimin kerap menulis status di akun Facebook-nya tentang keinginan pulang ke kampung halamannya di Lampung. Kini Tugimin benar-benar pulang ke kampung halamannya tersebut dengan kondisi berbeda.
"Almarhum dimakamkan di Lampung. Istri dan empat anak korban ikut mengantar ke sana," ucap Linda bersedih. Linda berharap kakak iparnya dapat diterima di sisi Allah SWT.
Tugimin pergi meninggalkan istri yang tengah hamil tiga bulan dan empat orang anaknya yang masih kecil. Adik ipar korban, Linda Sari mengatakan, empat anak korban baru berusia 17 tahun, 10 tahun, 4 tahun dan 1 tahun.
Kepergian Tugimin memang menjadi pukulan telak bagi keluarga besarnya. Hampir separuh hidupnya lebih banyak dihabiskan kerja secara serabutan di beberapa konveksi di kawasan Tambora, Jakarta Barat.
"Almarhum meninggal dunia di malam anak pertamanya yakni Kanza akan merayakan ulang tahun pertama," kata Linda saat ditemui Sindonews di rumah dua di Duri Utara RT 11/04, Tambora, Jakarta Barat, Senin (7/12/2015).
Linda menuturkan, meski keluarga besarnya telah mendapatkan informasi kematian Tugimini sejak pukul 09 WIB, termasuk bukti ponsel yang rusak. Namun istri Tugimin, Siti Jubaeda (35) masih belum percaya.
Sambil menangis dan berteriak, Jubaedah kala itu masih menggangap suaminya masih hidup dan tengah terkapar di salah satu rumah sakit di Jakarta. Sang istri baru memercayai bila suami tercinta telah meninggal dunia saat membuka kain kafan almarhum.
Linda menceritakan, sepekan terakhir Tugimin kerap menulis status di akun Facebook-nya tentang keinginan pulang ke kampung halamannya di Lampung. Kini Tugimin benar-benar pulang ke kampung halamannya tersebut dengan kondisi berbeda.
"Almarhum dimakamkan di Lampung. Istri dan empat anak korban ikut mengantar ke sana," ucap Linda bersedih. Linda berharap kakak iparnya dapat diterima di sisi Allah SWT.
(whb)